Serba-serbi Prabowo resmikan 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri

Photo of author

By AdminTekno

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian sekaligus groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri dan juga peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2).

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meninjau beberapa titik di SPPG. Prabowo melihat bagaimana SPPG beroperasi dan teknologi yang dimiliki.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala BGN Dadan Hindayana, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Mendag Budi Santoso, Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Wagub Jakarta Rano Karno, hingga para Kapolda seluruh Indonesia.

Berikut serba-serbi acara tersebut:

Beri Bintang untuk Kepala BGN, Wakapolri, Pengusaha

Dalam acara peresmian sekaligus groundbreaking itu, Prabowo turut memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh. Mereka adalah Kepala BGN Dadan Hindayana, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, hingga seorang pengusaha petambak Haji Zaini Sidi.

Pemberian bintang jasa diawali pembaca Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 12 dan 13/TK/2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jasa dan Satyalancana Wira Karya.

“Menganugerahkan tanda kehormatan bintang jasa sebagai penghargaan atas jasanya yang besar di suatu bidang atau peristiwa tertentu yang bermanfaat bagi keselamatan, kesejahteraan, dan kebesaran bangsa dan negara,” kata Sesmilpres Mayjen TNI Wahyu Yudhayana membacakan isi Keppres.

Ada 4 jenis penghargaan yang diberi penghargaan oleh Prabowo, yakni Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, Bintang Jasa Nararya, dan Satya Wira Karya.

Berikut daftarnya:

Bintang Jasa Utama

  • Kepala BGN Dadan Hindayana

Bintang Jasa Pratama

  • Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo

  • Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Bintang Jasa Nararya

  • Irwasum Polri Komjen Wahyu Widada

Satya Wira Karya

  • Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri

  • Kapolda Sumatera Utara Irjen Whisnu Hermawan

  • Petambak, Haji Zaini Sidi.

Prabowo Puji Kapolri

Prabowo memuji kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo setelah Polri membangun SPPG dan Gudang Ketahanan Pangan itu. Menurutnya, ini inisiatif yang bagus.

“Sebagai pemimpin, saya sangat menghargai tadi inisiatif, kesadaran pimpinan Polri, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku puas dengan apa yang sudah dilakukan Polri saat ini. Pasalnya, masalah ketahanan pangan bukanlah tugas utama kepolisian.

Menurut Prabowo, Kapolri dan jajarannya telah sadar akan persoalan pangan yang memang menjadi masalah bangsa.

“Saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita, yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif, mungkin di suatu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya, tetapi pimpinan kepolisian negara telah menangkap masalah yang krusial bagi keselamatan suatu bangsa,” ujarnya.

Prabowo: Saya Ingin Mati di Atas Jalan Kebenaran

Saat sambutan, Prabowo meminta Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari yang duduk di kursi untuk mengumpulkan video-video dari orang-orang yang meramalkan bahwa MBG pasti gagal.

“Yang mengatakan saya menghina bangsa Indonesia ‘MBG ini penghinaan bangsa Indonesia’,” ujar Prabowo saat itu.

Prabowo langsung membalikkan tuduhan itu. “Kita mau menyelamatkan anak-anak kita, dibilang menghina?”

Malah, menurut Prabowo, jumlah penerima manfaat MBG ini bisa mencapai 80 juta lebih.

“Aduh, apa iya saya menghina bangsa Indonesia? Dari umur muda, letnan dua, tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik, kok saya sampai hati mau menghina? Tidak, saya, sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia,” ujar Prabowo.

“Saya ingin mati di atas jalan kebenaran, saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat. Saya ini, kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya, masak saya mau menghina? Tapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama, jadi saya terima kasih Kepolisian Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Pesan Prabowo: Polri Harus Selalu Jadi Polisi Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengatakan Polri lahir dari rakyat sehingga harus selalu jadi polisi rakyat.

“Jadi sebagaimana tentara Indonesia lahir dari rakyat, jadi harus selalu menjadi tentara rakyat, polisi kita lahir dari rakyat, harus selalu menjadi polisi rakyat, itu yang selalu saya anjurkan, dan sekarang pimpinan-pimpinan Polri menghayati itu,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan, ia selalu mengingatkan bahwa polisi Indonesia itu punya kepribadian lain yang berbeda dari polisi-polisi dari negara lain. Setiap negara punya sejarah dan tradisinya masing-masing, begitu juga dengan sejarah Polri.

“Setiap negara punya sejarah dan tradisinya masing-masing, kita tidak mempersoalkan. You punya sejarah bangga dengan sejarahmu. Kita punya sejarah. Polisi kita lahir dalam kancah perang kemerdekaan. Polisi kita ya perang untuk kemerdekaan, polisi kita angkat senjata,” kata Prabowo.

Ia mengatakan, apabila rakyat cinta terhadap bangsa maka negara kuat. Sementara cinta bangsa terhadap rakyatnya, salah satunya dengan kehadiran TNI-Polri.

“Dan polisi dan tentara adalah wujud dari suatu bangsa. Yang pertama dilihat oleh rakyat di tempat terpencil, polisi dan tentara. Kehadiran negara diwujudkan dari tentara dan polisi,” ujar Prabowo.

“Karena itu kalau tentara dan polisi menghayati perannya, menghayati sumpahnya, menghayati beban yang diberi di pundaknya, tentara polisi akan menjaga dirinya di hadapan rakyat. Selalu memberi yang terbaik untuk rakyat,” kata Prabowo.

MBG Capai 60,2 Juta Penerima Manfaat

Prabowo mengungkapkan perkembangan capaian program MBG. Saat ini, program MBG telah mencapai 60,2 juta penerima manfaat.

“MBG ternyata setelah terus kita kerjakan, hari ini kita sudah mencapai, laporan dari Kepala BGN, 60 juta 200 ribu penerima manfaat. Di antaranya peran dari Polri,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan, saat ini juga sudah ada puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar seluruh provinsi Indonesia.

“Kita sudah berhasil memiliki 22.275 SPPG—sudah sampai 23.000 SPPG, yaitu dapur di 38 provinsi seluruh Indonesia,” ungkap dia.

Capaian tersebut, menurutnya, sudah bisa memenuhi perut dari seluruh warga Afrika Selatan.

“Jumlah ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari. Atau sama dengan sepuluh kali Singapura tiap hari. Atau dua kali Malaysia tiap hari,” beber dia.

Leave a Comment