Jeda Ramadan akan kembali diterapkan di seluruh ajang sepak bola Inggris

Photo of author

By AdminTekno

Liga Utama Inggris dan seluruh liga sepak bola di bawahnya, akan kembali menerapkan aturan khusus selama Ramadan 2026. Setiap pertandingan akan dihentikan sejenak agar pesepakbola Muslim dapat berbuka puasa.

Matahari di Inggris terbenam berkisar antara pukul 17:00 hingga 19:00 GMT selama Ramadan kali ini. Pertandingan yang mungkin mengalami penghentian untuk jeda berbuka puasa adalah, laga hari Sabtu pukul 17:30 dan pertandingan hari Minggu pukul 16:30.

Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, kapten dua tim yang tengah bertanding, bersama wasit, akan mencari jeda alami dalam pertandingan, misalnya saat tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.

Sebelum laga dimulai, dua kesebelasan yang bertanding dan wasit akan memutuskan apakah jeda tersebut diperlukan. Mereka juga akan menyepakati jumlah waktu untuk jeda tersebut.

Yang harus digarisbawahi, aturan jeda itu bukan untuk istirahat minum bagi seluruh pemain, atau jeda untuk membahas strategi.

Pada tahun 2021, sebuah kesepakatan dibuat untuk mengizinkan pemain Muslim berbuka puasa selama pertandingan Liga Primer.

Jeda berbuka puasa yang pertama, terjadi dalam pertandingan antara Leicester City dan Crystal Palace pada April 2021. Pertandingan dihentikan sementara saat tendangan gawang di sekitar menit ke-30.

Baca juga: Ramadan para pemain Liga Inggris: Tetap berpuasa saat berlaga, ‘Allah membantu kami’

Selama jeda pada laga itu, Wesley Fofana dari Leicester dan Cheikhou Kouyate dari Crystal Palace berbuka puasa dengan air putih dan gel energi.

Sejumlah bintang di Liga Primer yang beragama Islam dan akan memanfaatkan jeda itu, antara lain adalah Amad Diallo dari Manchester United, Mohamed Salah dari Liverpool, William Saliba dari Arsenal, dan bek sayap Manchester City, Rayan Ait-Nouri.

“Di Liga Premier Inggris, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan kayakinan Anda. Mereka tidak akan pernah melakukan apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Anda dan ini bagus,” kata mantan pemain Everton, Abdoulaye Doucoure, kepada BBC Sport pada tahun 2023.

“Saya berpuasa setiap hari, saya tidak pernah melewatkan satu hari pun. Itu sudah menjadi hal yang normal dan sangat mudah bagi saya,” kata Doucoure.

“Latihan tetap berlangsung sama selama Ramadan, tapi ketika kami pergi untuk pertandingan tandang, kami mungkin perlu makan lebih lambat daripada yang lain, jadi koki menyiapkan makanan untuk kami, memastikan semuanya sesuai seperti di rumah. Kami mendapatkan makanan halal sehingga tidak ada masalah,” tuturnya.

Pada tahun 2022, mantan pemain Liverpool, Sadio Mane, mengungkapkan klubnya mengubah jadwal latihan mereka untuk mendukung pemain Muslim selama bulan Ramadan.

Leave a Comment