Saksi lihat pesawat Pelita Air Service jatuh: Turun sambil miring

Photo of author

By AdminTekno

Pesawat Pelita Air Service tipe Air Tractor 802 PK-PAA jatuh di perbukitan di Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (19/2) sekitar pukul 12.25 WIT.

“Pukul 12.25 WIT petaka terjadi. Saksi mata di apron (area parkir pesawat) melihat pesawat tersebut turun dalam keadaan miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22,” ujar Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, kepada kumparan, Kamis (19/2).

Syahril menjelaskan bahwa pesawat rute Long Bawan-Tarakan tersebut jatuh (crash) sesaat setelah lepas landas.

Pilot pesawat tersebut, Capt. Hendrick Lodewyck Adam, ditemukan meninggal dunia. Ia menjadi satu-satunya korban tewas karena pesawat tersebut hanya diawaki satu orang.

Laporan Pertama dari Pilot Susi Air

Dalam pesawat, terdapat fitur yang memancarkan “sinyal darurat (Emergency Locator Transmitter—ELT)”. Sinyal ini biasanya memancar otomatis jika pesawat mengalami benturan keras.

Nah, menurut Syahril, pesawat Susi Air PK-BVN menangkap sinyal ini.

“Pukul 12.27 WIT, pesawat Susi Air yang sedang mengudara di sekitar lokasi menangkap sinyal ELT dari arah ujung landasan,” kata Syahril.

Selanjutnya, dituturkan Syahril, pada pukul 13.25 WIT tim gabungan dari TNI AU, Koramil, dan masyarakat setempat menemukan lokasi jatuhnya pesawat.

Cuaca Hujan Ringan

Menurut Syahril, secara umum cuaca saat itu sedang hujan ringan. “Jarak pandang masih cukup aman untuk penerbangan. Jarak pandangnya sejauh 6 kilometer,” ujarnya.

“Angin bertiup dari arah 240 derajat dengan kecepatan sangat pelan, 2 knot,” kata Syahril.

Leave a Comment