Kita Tekno – – Alyssa Soebandono Tegaskan: “Bukan Penerima Beasiswa LPDP, Pakai Biaya Sendiri”
Artis Alyssa Soebandono buka suara menanggapi kabar yang menyebut dirinya pernah menjadi penerima beasiswa LPDP. Istri Dude Harlino itu menegaskan pemberitaan tersebut keliru.
“Faktanya, saya bukanlah penerima beasiswa LPDP dan tidak pernah mendaftarkan diri,” tulis Alyssa melalui unggahan Tibra Overseas, Rabu (25/2/2026).
Meskipun menempuh pendidikan S1 di Monash University, Alyssa menanggung seluruh biaya kuliah secara mandiri tanpa bantuan pemerintah.
“Saya menempuh S1 di Monash University (biaya sendiri) dan S2 mendapatkan beasiswa di London School of Public Relations,” lanjutnya.
Alyssa berharap klarifikasi ini dapat meluruskan kesalahan informasi yang beredar di publik.
Sorotan LPDP Belakangan
Penerima beasiswa LPDP menjadi sorotan publik setelah mencuat kasus Arya Pamungkas Iwantoro dan Dwi Sasetyaningtyas. Dalam video yang viral, Dwi dinilai merendahkan Indonesia dengan pernyataan tentang kewarganegaraan anaknya.
Tak hanya masyarakat biasa, beberapa publik figur juga tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP, salah satunya Tasya Kamila. Tasya buka suara terkait sorotan ini dan menjelaskan kontribusinya bagi Tanah Air setelah menempuh pendidikan melalui LPDP.
“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulis Tasya, Selasa (24/2/2026).
Kontribusi Nyata Tasya Kamila
Tasya menyelesaikan S2 di bidang Public Administration in Energy and Environmental Policy dari Columbia University dan aktif berkontribusi setelah kembali ke Indonesia. Ia menjalani Masa Bakti LPDP 2n+1 periode 2018–2023 dengan berbagai bentuk kontribusi, mulai dari gerakan keberlanjutan hingga edukasi publik.
“Salah satunya melakukan gerakan akar rumput (grassroot movement) untuk keberlanjutan melalui yayasan Green Movement Indonesia,” tulis Tasya.
“Baik itu secara konvensional (seperti bekerja di kantor), maupun secara modern (seperti menjadi influencer yang bisa menggerakkan semangat hingga suatu aksi bisa menjadi policy, and vice versa),” lanjutnya.
Tasya juga menekankan perannya sebagai ibu rumah tangga tidak menghalangi kontribusinya, terutama melalui pemanfaatan media sosial untuk menjangkau masyarakat luas.

Meski menghadapi cobaan berat saat kuliah, seperti kehilangan ayah saat ujian berlangsung, Tasya tetap pulang dan menetap kembali di Indonesia setelah menuntaskan studinya.
Banjarmasin Post | TribunTrends.com | Achmad Satrio