
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto menyarankan keluarga mampu, termasuk anak pejabat dan figur publik, untuk tidak mengambil skema pendanaan penuh. Ia mendorong agar kelompok tersebut memilih beasiswa parsial supaya kuota penerima bisa lebih luas dan merata.
“Khusus untuk bapak-bapak, ibu-ibu, dan keluarga yang mampu, kami membuka kesempatan pendanaan parsial. Artinya, ini imbauan kalau bapak ibu mampu, memilih yang bukan pendanaan penuh tetapi yang pendanaan parsial, di mana 50 persen dari LPDP dan 50 persen dari Anda sendiri. Sehingga kita bisa lebih banyak membiayai beasiswa,” kata Sudarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Kamis (26/2).
Sudarto menegaskan, LPDP tetap memberi perhatian besar pada kelompok afirmasi. Sekitar 25 persen dana beasiswa dialokasikan untuk masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), pra-sejahtera, serta berkebutuhan khusus. Selain itu, LPDP juga menyediakan beasiswa bagi masyarakat berprestasi di bidang olahraga.
“Di tiga tahun terakhir ini kita usahakan sekitar 30 persen (penerima beasiswa di 3T). Jadi, artinya LPDP ini karena jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah kebutuhan yang harusnya kuliah, yakni 29 juta. Maka LPDP memang benar-benar fokus untuk mencari top of the top talent Indonesia untuk bisa mengakses pendidikan tinggi dunia. Tapi harus inklusif,” jelasnya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah sorotan publik terhadap penerima beasiswa LPDP. Isu ini mencuat usai viralnya alumni berinisial DS yang menyebut “cukup saya WNI, anak jangan”, sehingga memicu perdebatan soal komitmen awardee.
Selain itu, publik juga sempat menyoroti sejumlah nama penerima beasiswa dari kalangan anak pejabat dan figur publik. Nama Mutiara Baswedan misalnya, diketahui memperoleh beasiswa LPDP. Ia merupakan putri dari Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2014-2016.
Tak hanya itu, sejumlah tokoh publik seperti Tasya Kamila, Maudy Ayunda, dan Gita Gutawa juga tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP. Tasya Kamila sempat ramai diperbincangkan setelah mengunggah konten “laporan kontribusi sebagai alumni awardee LPDP”, yang kemudian menuai kritik dari sebagian warganet.