
Konjen RI Jeddah, Yusron B. Ambary, bersama staf mengunjungi Bandara Internasional King Abdulaziz atau Bandara Jeddah, Arab Saudi, untuk memantau jemaah umrah yang hendak pulang ke Indonesia.
Kunjungan pada Minggu (1/3) sore waktu Saudi untuk memantau perkembangan seiring eskalasi di Timur Tengah sejak Sabtu (28/2) yang berimbas pada penerbangan komersial, termasuk penerbangan jemaah umrah.
Yusron didampingi Koordinator Satgas Pelindungan dan Staf Teknis Haji mengunjungi Terminal 1 dan Terminal Haji Bandara King Abdulazis di Jeddah.
“Hingga sore hari ini terpantau penerbangan langsung dari Jeddah ke Tanah Air dengan penerbangan Saudia, Garuda, dan Lion Air masih operasional on schedule di tengah konflik regional yang tengah memanas,” ungkap Yusron dalam pernyataan tertulis.
“Sementara penerbangan seperti Emirates, Qatar Airways, Etihad, Gulf Air masih belum kembali aktif,” lanjutnya.
Staf KJRI Piket 24 Jam di Bandara Jeddah
Yusron menjelaskan, KJRI Jeddah mulai mengaktifkan penugasan staf KJRI untuk piket 24 jam di Bandara King Abdulazis, baik Terminal 1, 2, dan haji.
Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan informasi kepada para jemaah umrah yang mengalami kesulitan saat ingin pulang di tengah situasi yang tidak menentu ini.

“Selain bertemu dan ngobrol dengan jemaah umrah yang akan pulang dengan penerbangan direct, kami juga bertemu dengan 4 orang WNI penumpang Gulf Air yang penerbangannya ter-cancel,” ujar Yusron yang akan menempati posisinya sebagai Dubes RI untuk Aljazair ini.
“Petugas membantu mencarikan penerbangan lain yang tersedia dan membantu mencarikan hotel murah di Jeddah untuk menunggu penerbangan berikutnya,” ungkap Yusron sembari berdoa semoga keadaan segera membaik.
Saudia Sesuai Jadwal
Sementara itu, seorang jemaah umrah dari Indonesia, Aiko, mengatakan, penerbangannya dari Jeddah ke Jakarta pada Selasa, 3 Februari dengan maskapai Saudia tidak ada perubahan.
“Saudia on schedule di webnya, saya bahkan sudah check in online,” ujar Aiko kepada kumparan, Senin (2/3).
Kemenhaj mencatat lebih 50 ribu WNI melaksanakan ibadah umrah saat Israel-AS menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Penerbangan pada hari itu banyak dibatalkan.
Adapun bulan Ramadan adalah puncak musim umrah. Umat Islam dari penjuru dunia banyak yang menunaikan “haji kecil” ke Makkah, terlebih pada 10 hari terakhir bulan puasa.
Rute Saudia yang Dibatalkan
Sedangkan Saudi, maskapai nasional Arab Saudi, mengatakan bahwa penerbangannya ke sejumlah tujuan di Timur Tengah dibatalkan hingga 2 Maret tengah malam.
Berikut pernyataan Saudia:

Saudia mengkonfirmasi bahwa penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar telah dibatalkan karena perkembangan situasi saat ini.
Pembatalan ini berlaku hingga 2 Maret pukul 23.59 GMT.
Tamu yang terdampak sedang dihubungi secara langsung dan disarankan untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum menuju ke bandara.
Keselamatan tamu dan kru kami tetap menjadi prioritas tertinggi kami. Pembaruan lebih lanjut akan diberikan jika diperlukan.