
Serangan udara Israel ke Lebanon kembali menelan korban jiwa. Serangan terbaru di Aramoun dan Saadiyat pada Selasa (3/3), wilayah Mount Lebanon, menewaskan sedikitnya enam orang, sementara bombardir terpisah menghantam bangunan hunian di Baalbek, Lebanon timur.
Media pemerintah Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan gedung tempat tinggal di Baalbek rata dengan tanah akibat serangan tersebut.
“Beberapa orang tewas dan tim penyelamat masih berusaha mengevakuasi keluarga yang terjebak di bawah reruntuhan,” tulis NNA, seperti dilansir AlJazeera.

Sementara itu, stasiun televisi Al Mayadeen melaporkan enam orang tewas dalam serangan di Aramoun dan Saadiyat. Laporan itu mengutip data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
“Kementerian Kesehatan mengonfirmasi enam orang tewas dan delapan lainnya terluka,” demikian laporan Al Mayadeen.
Proses evakuasi masih berlangsung dan jumlah korban dikhawatirkan bertambah.
Sebelumnya, otoritas Lebanon menyebut total korban akibat apa yang disebut sebagai “agresi” Israel telah meningkat.
“Jumlah korban tewas kini mencapai 50 orang dan 335 lainnya terluka,” kata pihak berwenang Lebanon, dikutip dari AlJazeera pada Rabu (4/3).
Situasi di Lebanon makin mencekam karena serangan menyasar area permukiman. Warga dilaporkan panik dan sebagian memilih mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman.