
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan proyek penyimpanan (storage) cadangan minyak mentah akan dibangun oleh swasta, kerja sama perusahaan asing dan domestik.
Cadangan minyak mentah dan BBM Indonesia yang mampu bertahan sekitar 20-25 hari, kata Bahlil, sudah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Dia menjamin proyek ini akan segera dibangun.
“Pak Presiden memberikan arahan agar segera bangun. Supaya apa? Ini kan kita butuh survival. Kalau kita bicara survival, kita harus mampu betul-betul melihat inti masalah dan segera menyelesaikannya. Kalau tidak kita akan tergantung terus,” tegas Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Rabu (4/3).
Bahlil menegaskan, tidak ada strategi lain selain membangun storage, apalagi untuk mengakomodasi peralihan impor minyak mentah dari Timur Tengah menjadi Amerika Serikat (AS) yang juga akan dieksekusi secara bertahap.
Dia mencatat, sebanyak 25 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah dan harus melewati Selat Hormuz yang kini ditutup oleh Iran, sebagai balasan atas serangan yang dilayangkan AS dan Israel.
“Ya investasinya sudah ada, investornya sudah ada. Investasinya bisa di-blending antara dalam negeri dan dari luar, tapi bukan dari AS. Ya namanya bangun swasta lah,” ungkap Bahlil.
Selain itu, Bahlil juga memastikan bahwa storage tersebut untuk cadangan minyak mentah, sementara penambahan storage BBM dibangun oleh PT Pertamina (Persero) di masing-masing kilangnya jika diperlukan.
“Kalau crude-nya ada, BBM-nya kan tankinya bisa jalan. Dan kita lihat ekspansinya, kalau memang itu dibutuhkan untuk kita bangun untuk BBM jadinya, itu kan di kilang sebenarnya. Tinggal kita meminta kepada kilang-kilang Pertamina menambah tanki-tankinya,” tuturnya.
Sebelumnya, Bahlil menjelaskan alasan cadangan BBM hanya bisa bertahan maksimal 25 hari karena kurangnya kapasitas penyimpanan. Selama ini, kemampuan penyimpanan nasional tidak pernah lebih dari 21-25 hari. Terakhir, berdasarkan hasil rapat Dewan Energi Nasional (DEN) dan PT Pertamina (Persero), cadangan BBM di Indonesia berada di kisaran 22-23 hari.
“Kenapa kita tidak melakukan persediaan lebih dari 25 hari, kalau diadakan mau disimpan di mana? Storage-nya enggak cukup. Jadi mohon diluruskan beritanya bukan kita enggak bisa menyiapkan lebih dari 25 hari, karena memang daya tampungnya enggak ada,” ungkapnya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Rabu (4/3).
Pembangunan storage ini bertujuan agar cadangan minyak mentah nasional bisa mencapai 90 hari alias 3 bulan sesuai standar internasional. Uji kelayakan (feasibility study/FS) penyimpanan cadangan energi tersebut sedang berlangsung, dan ditargetkan pembangunan bisa dimulai pada tahun ini di wilayah Sumatera.