
Iran memberi sinyal akan segera menunjuk pemimpin tertinggi baru setelah Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu. Majelis Ahli Iran menyebut keputusan mengenai suksesor Khamenei kini sudah semakin dekat.
Isyarat tersebut disampaikan anggota Majelis Ahli Iran, Ayatollah Mohammad-Mahdi Mirbagheri pada Minggu (8/3).
Ia mengatakan lembaga yang berwenang memilih pemimpin tertinggi itu telah melakukan upaya besar untuk menentukan pengganti Khamenei.
“Upaya besar untuk menentukan kepemimpinan telah dilakukan, dan sudah ada pandangan yang tegas serta bulat,” kata Mirbagheri dalam video yang diunggah kantor berita Fars di Telegram.
Dalam wawancara terpisah dengan Fars, anggota Majelis Ahli lainnya, Hojjatoleslam Jafari, berharap keputusan tersebut segera diumumkan agar masyarakat Iran mendapat kepastian politik.
“Kami berharap seluruh rakyat Iran akan segera merasa puas,” ujarnya, dilansir AlJazeera.

Jafari juga mengakui proses pemilihan pemimpin baru memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Menurutnya, keterlambatan tersebut menjadi situasi yang pahit bagi banyak pihak.
“Keterlambatan dalam memilih pemimpin ketiga ini pahit dan tidak diinginkan bagi semua orang. Namun tidak ada alternatif lain, jadi kita tidak seharusnya berprasangka buruk terhadap para wakil kita di masa sulit ini,” kata Jafari.
Berdasarkan konstitusi Iran, Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama memiliki kewenangan untuk memilih pemimpin tertinggi negara tersebut. Lembaga ini sebelumnya juga yang menunjuk Khamenei sebagai pemimpin Iran pada 1989.
Khamenei memimpin Iran selama 37 tahun sebelum dilaporkan tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel di Teheran pada akhir Februari.
Sejak saat itu, Iran dipimpin oleh dewan kepemimpinan sementara sambil menunggu penunjukan pemimpin tertinggi yang baru.