Sosok Vidi Aldiano di mata tetangga: ramah dan gemar berbagi

Photo of author

By AdminTekno

Kabar duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air setelah penyanyi Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 7 Maret 2026, di Jakarta. Kepergian pemilik nama lengkap Oxavia Aldiano ini tak hanya menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengejutkan para tetangga dan kerabat dekat. Vidi berpulang pada usia 35 tahun setelah enam tahun gigih berjuang melawan penyakit kanker ginjal. Sosoknya yang dikenal ramah dan bersahaja, bahkan di tengah statusnya sebagai publik figur ternama, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang di lingkungan tempat tinggalnya.

Kesaksian mengenai sosok Vidi Aldiano juga datang dari para tetangga yang mengenalnya sebagai pribadi yang hangat. Ika Mardiana, salah satu tetangga, mengungkapkan bahwa meskipun jadwal penyanyi ini sangat padat sehingga jarang berinteraksi, Vidi selalu meluangkan waktu untuk menyapa dan memberikan senyuman ramah. “Untuk saya pribadi sebagai tetangga di sini, dia orangnya baik ya. Walaupun memang kesibukannya banyak jadi jarang berinteraksi,” ujar Ika, yang juga menuturkan bahwa Vidi sering berbagi bingkisan saat momen Idul Fitri.

Vidi diketahui telah tinggal di lingkungan tersebut selama sekitar lima tahun terakhir. Meskipun sibuk, Ika menyaksikan beberapa kali Vidi turut serta dalam kegiatan sosial dan interaksi santai. “Kalau tidak sengaja ketemu, ya ada tegur sapa, senyum. Kalau ada momen Lebaran juga sering kasih sesuatu sebagai ucapan Idul Fitri,” kenangnya, menggambarkan bagaimana Vidi tetap menjaga tali silaturahmi.

Senada dengan Ika, Ketua RT setempat pun memberikan penilaian positif. Ia menggambarkan Vidi Aldiano sebagai individu yang sopan dan sangat peduli terhadap kegiatan warga, selalu siap membantu jika ada acara lingkungan. “Kalau Vidi Aldiano itu orangnya baik. Kalau ada acara lingkungan juga dia pasti membantu,” kata Ketua RT. Menurutnya, Vidi telah menetap di sana lebih lama, sekitar sepuluh tahun. Bahkan, pelantun lagu “Nuansa Bening” ini sesekali terlihat berpartisipasi aktif, seperti saat perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, di mana ia kerap menyumbangkan makanan, minuman, atau logistik. Kendati interaksi tatap muka tidak sering karena kesibukannya, setiap pertemuan selalu diwarnai dengan sapaan dan keramahan yang tulus dari Vidi.

Di luar lingkaran terdekatnya, publik juga mengenal Vidi Aldiano melalui karya-karya musiknya yang ikonik. Beberapa penggemar mengenang lagu “Status Palsu” yang populer saat mereka masih duduk di bangku SMA, sementara yang lain terkesan dengan “Nuansa Bening”, bahkan mengingat detail video klipnya di lapangan tenis. Lagu “Gadis Genit” juga disebut sebagai salah satu karyanya yang sukses mengukuhkan nama Vidi di industri musik Indonesia.

Kebaikan hati Vidi ternyata tidak hanya terbatas pada lingkungan sekitarnya. Terungkap setelah kepergiannya, Vidi Aldiano secara diam-diam sering memberikan donasi melalui platform penggalangan dana Kitabisa. Pihak Kitabisa sendiri yang kemudian membongkar bukti kemurahan hati sang artis, bersaksi bahwa Vidi adalah “orang baik” karena sering membantu berbagai pihak yang membutuhkan. Vidi juga beberapa kali menginisiasi kampanye penggalangan dana, seperti “Ulang Tahun Vidi untuk Misbah” dan “Gerakan Warga Beri Oksigen untuk Pasien Covid-19!”, namun aksi-aksi mulia ini jarang dipublikasikan. Sikap rendah hati yang tidak gemar memamerkan kebaikan ini menuai banyak pujian dari warganet.

Habib Jafar: Kesaksian Penggugur Dosa
Kesan mendalam juga dirasakan oleh pendakwah ternama, Habib Jafar, atas kepergian Vidi Aldiano. Hadir dalam prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir, Habib Jafar memberikan kesaksian yang menyentuh hati tentang sosok Vidi yang dikenal sangat religius di balik perjuangannya melawan penyakit. Ia menyoroti waktu berpulangnya Vidi yang sangat istimewa dalam kalender Islam, yakni bertepatan dengan 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran. “Beliau kembali dalam keadaan terbaik karena di hari dan bulan terbaik, yaitu bulan suci Ramadan dan hari diturunkannya Al-Qur’an. Insyaallah beliau kembali kepada Allah bersama Al-Qur’an yang dibacanya,” ungkap Habib Jafar pada Minggu (8/3/2026).

Sering Konsultasi Ibadah dan Bacaan Al-Quran
Selama beberapa tahun terakhir, Habib Jafar mengungkap bahwa Vidi sering berkomunikasi secara pribadi dengannya. Lebih dari sekadar perbincangan biasa, pelantun lagu “Nuansa Bening” itu rupanya kerap melaporkan perkembangan ibadahnya dan bertanya soal agama di tengah rasa sakit yang diderita. “Beliau selalu meng-update bagaimana ibadahnya, bacaan Al-Qur’annya kepada saya. Beliau secara langsung sering bertanya berbagai hal terkait dengan ibadah di tengah rasa sakitnya,” kenang Habib Jafar.

Bagi Habib Jafar, perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker selama tujuh tahun terakhir adalah salah satu bentuk penggugur dosa. Ia memuji sikap Vidi yang tidak pernah mengeluh, justru semakin mendekatkan diri kepada Allah, dan senantiasa menebar kehangatan bagi siapa pun. “Salah satu penggugur dosa itu adalah rasa sakit. Beliau selama 7 tahun mengalami itu secara ikhlas dan justru semakin dekat kepada Allah. Siapa yang tidak punya foto atau chat dengan Vidi yang nuansanya selalu tersenyum dan indah? Itu meyakinkan kami, sahabat kami berada dalam keadaan terbaik di sisi Allah,” tambahnya. Habib Jafar juga menekankan bahwa kesaksian banyak orang atas kebaikan Vidi merupakan pertanda husnul khotimah, sebagaimana dalam tradisi Islam.

Perjalanan Vidi Aldiano melawan kanker ginjal dimulai pada Desember 2019, ketika ia secara mengejutkan mengumumkan diagnosis kanker ginjal stadium 3 yang menyerang ginjal kirinya. Setelah diagnosis, ia segera menjalani operasi pengangkatan ginjal di Singapura dan sempat dinyatakan pulih, meskipun harus beradaptasi dengan hidup satu ginjal. Namun, pada akhir 2023, Vidi kembali membagikan kabar pilu bahwa sel kankernya telah menyebar (metastasis) ke beberapa bagian tubuhnya, mengharuskannya menjalani perawatan intensif dan rutin. Di tengah cobaan berat ini, Vidi tetap memancarkan aura positif. Ia bahkan dengan unik menyebut sesi kemoterapinya sebagai “Spa Day” di media sosial, menunjukkan semangat optimisme dalam menghadapi proses penyembuhan. Hingga akhir hayatnya, Vidi Aldiano dikenal sebagai sosok yang ceria, penuh semangat, dan tak henti berkarya, meninggalkan warisan inspiratif bagi banyak orang.

Leave a Comment