Hashim tolak tawaran garap program 3 juta rumah meski bisa untung 5 kali lipat

Photo of author

By AdminTekno

Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, secara tegas mengungkapkan bahwa dirinya pernah menerima tawaran menggiurkan untuk meraih keuntungan besar dari proyek ambisius pembangunan tiga juta rumah rakyat, sebuah program strategis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Praktik tersebut, menurut Hashim, berpotensi memberikannya keuntungan hingga lima kali lipat dari modal awal.

“Ada yang bilang ke saya ‘Pak Hasyim, kita bisa untung loh, di tempat-tempat strategis, Pak Hasyim bisa minta jatah 1.000 apartemen 500 apartemen, nanti jual kita bisa dapat keuntungan 5 kali’ ada yang ngomong begitu,” ujar Hashim dalam acara Pencanangan Hunian Program Tiga Juta Rumah di Jalan Manggarai Utara VII, Jakarta Selatan, pada Senin (16/3) lalu. Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya upaya pihak-pihak tertentu untuk mencari celah dalam program berorientasi kerakyatan ini.

Kendati demikian, Hashim dengan sigap menolak tawaran tersebut. Ia menilai bahwa tindakan semacam itu tidak sepatutnya dilakukan, mengingat esensi dari program ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat luas. “Saya sudah bersaksi ya, itu praktik tidak boleh terjadi ya, tidak boleh terjadi ini adalah untuk rakyat kita,” tegas Hashim, menggarisbawahi komitmennya terhadap integritas proyek.

Lebih lanjut, Hashim juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan hunian bagi rakyat. Ia meminta agar mutu bangunan benar-benar diperhatikan secara cermat demi menghindari kekecewaan di kemudian hari. Pengawasan ketat terhadap kualitas sangat krusial agar perumahan rakyat yang dibangun dapat bertahan lama dan layak huni.

Ia menyoroti berbagai kasus yang pernah didengarnya dari Menteri PKP, Pak Ara Sirait, mengenai penyelewengan dalam proyek perumahan rakyat. “Ada banyak kasus-kasus saya dengar dari Pak Ara Sirait (Menteri PKP), perumahan rakyat yang seringkali itu diselewengkan. Kalau bisa, untuk mutu, jangan (bikin) rakyat kita kecewa,” sebutnya. Komitmennya tidak berhenti di situ; Hashim secara pribadi maupun keluarganya memastikan tidak akan mengambil keuntungan dari proyek tersebut dan tidak memiliki keterkaitan dengan para kontraktor yang terlibat.

“Saya sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut ambil (program ini) ya ini semua kontraktor-kontraktor kita tidak kaitan,” pungkas Hashim, mempertegas independensi dan transparansi dalam pelaksanaan program.

Pada kesempatan yang sama, PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut menyatakan dukungannya terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. KAI berencana membangun kawasan hunian di sekitar Stasiun Manggarai yang akan terdiri dari delapan menara. Ini merupakan bagian dari kontribusi nyata BUMN untuk menyediakan akses hunian yang layak bagi masyarakat.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa proyek pembangunan hunian tersebut akan dibagi ke dalam dua blok, yakni blok G dan blok F. Pekerjaan konstruksi akan segera dimulai, dengan target serah terima kunci kepada penghuni pada awal tahun 2027. Bobby merinci lebih lanjut, “Di mana masing-masing towernya itu adalah 12 lantai, total 8 tower, total unit yang akan tersedia adalah 2.200 unit, di mana waktu pekerjaannya akan segera kita mulai.” Langkah KAI ini diharapkan dapat menjadi contoh konkret dalam mewujudkan program perumahan yang merata dan berkualitas.

Leave a Comment