Mensos: Sisa bansos Rp 200 M untuk korban bencana Sumatera cair pekan depan

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan sisa penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatera sekitar Rp 200 miliar dapat segera dicairkan.

“Rp 700.000.000.000 sudah diterima oleh penerima manfaat. Nah yang Rp 200.000.000.000 lebih ini sedang dalam proses pencairan. Mudah-mudahan dalam minggu depan sudah bisa diterima oleh seluruh penerima manfaat,” kata Saifullah Yusuf di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (26/3).

Total Anggaran Rp 900 Miliar

Ia menjelaskan, total anggaran bansos yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar Rp 900.000.000.000.

Bantuan tersebut disalurkan kepada puluhan ribu keluarga penerima manfaat (KPM) dan ratusan ribu penerima individu.

“Sudah ada 75.000 keluarga penerima manfaat yang valid dan siap salur. Kemudian ada 270.000 lebih penerima manfaat individu yang sudah terverifikasi untuk menerima jadup,” ujarnya.

Skema Penyaluran

Penyaluran bansos dilakukan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia melalui tiga skema.

Pertama, bantuan dapat diambil di kantor pos di masing-masing daerah. Kedua, penyaluran dilakukan berbasis komunitas di kantor desa atau kecamatan. Ketiga, bantuan diantar langsung ke rumah bagi kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas.

Diawasi Ketat

Saifullah Yusuf menegaskan penyaluran bansos dilakukan dengan pengawasan berlapis dan dapat diaudit.

“Kementerian Sosial ketika menyalurkan juga diaudit, diperiksa oleh BPK. Yang tentu apa yang kita salurkan harus bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya.

Data Masih Dilengkapi

Di sisi lain, pemerintah daerah diminta melengkapi data penerima manfaat agar penyaluran dapat segera dituntaskan.

Menurutnya, proses verifikasi membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan berlapis untuk memastikan akurasi.

Rincian Bantuan

Pada tahap pertama, bantuan yang telah disalurkan mencapai Rp 878.681.800.000.

Bantuan tersebut terdiri dari:

  • Bantuan Isian Hunian (BIH): Rp 203.658.000.000

  • Bantuan Stimulan Sosial Ekonomi (BSSE): Rp 339.430.000.000

  • Jaminan Hidup (Jadup): Rp 335.593.800.000

BIH dan BSSE diberikan kepada 67.886 KPM, sementara Jadup disalurkan kepada 248.588 penerima manfaat dengan nilai Rp 450.000 per bulan selama tiga bulan.

Leave a Comment