Di tengah bayang-bayang penurunan populasi yang melanda banyak wilayah pedesaan Korea Selatan, sebuah desa kecil di Kabupaten Hongseong menghadirkan secercah harapan. Eunha-myeon, nama desa itu, pada Maret 2026 merayakan dua peristiwa langka sekaligus: kelahiran bayi pertama setelah 17 tahun dan bertambahnya jumlah siswa baru di sekolah dasar setempat, menandakan potensi kebangkitan di tengah tantangan demografi.
Kabar sukacita utama datang dari pasangan Sreydani, seorang imigran asal Kamboja, dan suaminya, Jeong Hae-deok, yang menyambut kehadiran putra mereka, Yong-jun, pada tanggal 19 Maret. Kelahiran ini tidak hanya menjadi penanda kehidupan baru, tetapi juga momen bersejarah bagi Eunha-myeon, mengingat desa ini belum pernah merayakan kelahiran bayi selama lebih dari satu dekade terakhir. Antusiasme masyarakat begitu terasa, tercermin dari spanduk-spanduk penuh suka cita yang dipasang oleh berbagai organisasi lokal. Salah satu spanduk berbunyi, “Sebuah hadiah istimewa yang datang ke Eunha-myeon pada tahun 2026. Kami merayakan kelahiran bayi laki-laki Jeong Yong-jun dari Jeong Hae-deok dan Sreydani,” menggambarkan betapa berartinya peristiwa ini bagi seluruh komunitas.
Empat Siswa Baru Mendaftar di Kelas 1 SD
Kegembiraan desa tak berhenti sampai di sana. Sektor pendidikan pun turut mencatat capaian positif dengan pendaftaran empat siswa baru di kelas satu sekolah dasar setempat. Penambahan ini meningkatkan total jumlah siswa di sekolah tersebut menjadi 17 orang, memberikan semangat baru di tengah upaya mempertahankan keberlangsungan pendidikan di wilayah ini.
Namun, di balik kabar baik ini, Eunha-myeon masih menghadapi tantangan demografi yang serius. Selama satu dekade terakhir, desa ini terus berjuang melawan tren penurunan jumlah penduduk secara bertahap. Jika pada tahun 2015 populasinya tercatat 2.628 jiwa, angka tersebut terus merosot hingga di bawah 2.000 penduduk pada Juli tahun lalu. Per 19 Maret 2026, data menunjukkan jumlah penduduk berada di angka 1.954 jiwa yang tersebar di 1.134 rumah tangga, menjadikan Eunha-myeon sebagai salah satu kecamatan dengan populasi terkecil di Kabupaten Hongseong.
Menyikapi perkembangan ini, Kepala Distrik Eunha-myeon, Shim Seon-ja, mengungkapkan rasa syukurnya atas kedua peristiwa tersebut. “Ini adalah kebahagiaan besar bagi masyarakat kami. Kami berkomitmen akan melakukan segala upaya dalam dukungan administratif agar Eunha-myeon dapat menjadi tempat yang kondusif untuk membesarkan anak dan tempat yang diinginkan semua orang untuk tinggal,” ujarnya, menegaskan visi untuk masa depan desa yang lebih cerah.