
Hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran menghadirkan wajah-wajah yang beragam. Ada yang bersemangat kembali ke rutinitas, ada pula yang berangkat dengan tujuan baru, salah satunya mencari pekerjaan.
Di antara kerumunan penumpang, Vera (26) dan Tri (19) sedang duduk menunggu KRL menuju Jakarta. Keduanya sudah terbiasa dengan perjalanan panjang dari Bogor ke tempat kerja di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat.
“Iya tiap hari selalu naik KRL kerja di Jakarta, Rawasari, perjalanan dari Bogor ke sana 2 jam-an,” kata Vera saat ditemui di Stasiun Bogor, Jawa Barat.

Setelah libur panjang, Vera mengaku justru merasa antusias untuk kembali bekerja.
“Masuk kerja lagi ya excited sih, karena udah liburan lama juga. Terlalu lama di rumah juga bete,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Tri, meski dengan alasan yang lebih realistis.
“Sama sih excited juga, cuma karena uang ya. Kalau lama-lama nganggur kan, kita juga butuh uang,” katanya sambil tertawa.

Berbeda dengan mereka, Zakira (21) dan Putri (19) tampak membawa harapan berbeda. Berangkat dari Ciampea dan Cemplang, keduanya menuju Kebayoran, Jakarta Selatan, untuk menghadiri interview kerja yang sempat tertunda karena libur Lebaran.
“Kalau kita kan emang udah libur panjang, nganggur ya. Sekarang tuh abis Lebaran beraktivitas lagi,” ujar Zakira.
Ia menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi sandwich yang dituntut untuk tetap produktif dan membantu keluarga.
“Jadi perasaannya harus tetap semangat lah,” lanjutnya.
Lebaran tahun ini mereka habiskan di Bogor, tanpa mudik jauh. “Keluarga orang tua juga cuma beda RT aja,” katanya.

Sementara itu, bagi Mardanus (38), perjalanan pagi itu bukan hal baru. Sudah lima tahun ia bekerja sebagai technical support di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, dan mengandalkan KRL sebagai moda transportasi utama dari rumahnya di Paledang, Bogor.
“Sebenernya pas Lebaran masih kerja ya, cuma WFH. Nah sekarang balik lagi ke kantor, ya perasaannya kayak biasa lagi aja,” katanya.
Ia mengaku sudah terbiasa dengan kondisi padat di dalam KRL. “Desak-desakan di KRL udah biasa. Yang penting semangat,” ucapnya.
Cerita-cerita dari para penumpang ini menggambarkan satu hal yang sama, Lebaran mungkin telah usai, tapi kehidupan harus terus berjalan.
Di tengah padatnya stasiun dan perjalanan yang panjang, semangat untuk kembali bekerja atau bahkan memulai langkah baru tetap terasa kuat di antara para pengguna KRL pagi itu.