Trump sebut militer AS akan tinggalkan Iran dalam 2 hingga 3 pekan ke depan

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Donald Trump menyatakan militer AS akan segera menghentikan serangan dan meninggalkan konflik dengan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan
  • Trump menegaskan bahwa Iran tidak perlu melakukan kesepakatan diplomatik apa pun sebagai syarat berakhirnya perang, karena tujuan mencegah kepemilikan senjata nuklir diklaim sudah tercapai
  • Trump juga mengeklaim serangan AS telah melumpuhkan kekuatan militer Iran hingga butuh 15-20 tahun untuk pulih

 

Kita Tekno – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa militer Amerika Serikat akan segera mengakhiri serangan terhadap Iran dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

Trump juga menegaskan, Teheran tidak perlu membuat kesepakatan diplomatik apa pun sebagai syarat untuk menghentikan perang tersebut.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Trump saat berada di Gedung Putih pada hari Selasa waktu setempat (31/3/2026).

Ia mengindikasikan bahwa penarikan pasukan akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami akan pergi segera,” kata Trump, seraya menambahkan bahwa proses keluar dari konflik tersebut bisa memakan waktu cukup lama.

“dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga,” sambung Trump.

Ketika ditanya oleh awak media mengenai apakah diperlukan diplomasi yang sukses dengan Iran untuk menyudahi konflik ini, Trump menepis anggapan tersebut.

Menurutnya, kesepakatan formal bukanlah sebuah keharusan.

“Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak. Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Trump mengeklaim bahwa tujuan utama pemerintahannya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir telah tercapai sepenuhnya melalui operasi militer yang dilakukan.

“Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Dan tujuan itu telah tercapai,” klaim Trump.

Selain itu, ia berpendapat bahwa serangan udara AS telah melumpuhkan kemampuan militer Iran secara signifikan.

Trump memperkirakan bahwa Teheran mungkin membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun untuk membangun kembali kekuatan militernya yang telah hancur.

Terkait keamanan jalur perdagangan energi di masa depan, Trump menyatakan bahwa AS tidak lagi merasa perlu terlibat langsung dalam pengamanan kawasan tersebut setelah penarikan pasukan nanti.

“Kami akan pergi segera, dan jika Prancis atau beberapa negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melewati selat itu,” ujarnya.

Trump juga menyebut, negara-negara sekutu AS tak memerlukan bantuan berarti dari pihak militernya.

“Mereka akan mampu mengurus diri mereka sendiri. Saya pikir itu akan sangat aman sebenarnya, tetapi kami tidak ada hubungannya dengan hal itu.” ungkap Trump

Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan udara secara intensif ke wilayah Iran sejak tanggal 28 Februari lalu.

Berdasarkan laporan dari otoritas Iran, serangan tersebut telah menelan korban jiwa lebih dari 1.340 orang hingga saat ini.

Sebagai bentuk aksi balasan, Iran telah meluncurkan serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal yang menargetkan Israel.

Serangan balasan tersebut juga menyasar wilayah Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan aset militer Amerika Serikat.

Data resmi dari pemerintah AS mencatat setidaknya 13 anggota militer Amerika Serikat tewas sejak perang pecah.

Konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga telah memicu lonjakan harga energi global dan mengganggu arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi distribusi sebagian besar pasokan minyak dunia.

(Tribunnews.com/Bobby)

Leave a Comment