
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto meminta pemerintah daerah terdampak bencana gempa di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk lakukan asesmen terhadap wilayahnya masing-masing.
“Jadi poin pertama ya silakan nanti dari pemerintah daerah yang asesmen, yang melihat di masing-masing wilayah,” ujar Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (2/4).
Hal tersebut bertujuan, kata Suharyanto, untuk menetapkan status tanggap darurat. Bila kondisi dampak bencana tidak bisa diatasi, maka status tersebut bisa langsung ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Kalau diperkirakan oleh Kepala Daerah, Forkopimda di situ, ini tidak bisa diatasi oleh tingkat kabupaten/kota misalnya, ya silakan segera menetapkan status darurat,” kata Suharyanto.

Suharyanto menyebutkan bila terdapat dua kabupaten/kota menetapkan status tanggap darurat, maka bisa ditetapkan secara provinsi.
“Kalau ada lebih dari dua Kabupaten/Kota yang menetapkan status darurat, Provinsi juga bisa menetapkan status darurat,” ucap Suharyanto.
Meski begitu, Suharyanto mengatakan pemerintah pusat akan tetap mendampingi daerah terdampak bencana apa pun statusnya. Ia pun mengaku akan membantu daerah-daerah terdampak semaksimal mungkin.
“Tapi kami pemerintah pusat, ini sudah perintah Bapak Presiden karena memang keselamatan rakyat itu adalah prioritas utama, apakah nanti daerah menetapkan status darurat dan tidak, kami akan tetap datang untuk mendampingi,” tutur Suharyanto.
Meski begitu, ia mengatakan saat ini pemerintah daerah terus melakukan laporan. Ia menekankan bencana merupakan masalah yang berat untuk diatasi, sehingga ia terbuka bila pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat.
“Tadi juga kita sudah imbau, status tanggap darurat itu tidak ada hubungannya dengan kemampuan seorang Kepala Daerah dalam memimpin daerahnya karena urusan bencana itu sulit. Sehebat apa pun seorang pemimpin mengatasi sendiri bencana itu tidak bisa,” ujar Suharyanto.
Adapun ada 3 wilayah di Sulawesi Utara yang terdampak, yaitu Kota Manado, Kota Bitung, dan Kabupaten Minahasa. Sementara itu di Maluku Utara yaitu Kota Ternate di Kecamatan Pulau Batang dan Kecamatan Ternate Selatan.