
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika negara itu tak mau tunduk pada kesepakatan yang ditetapkan AS. Jika serangan itu jadi, Trump mengeklaim Iran butuh waktu 100 tahun untuk membangun ulang infrastruktur yang rusak.
“Butuh 100 tahun bagi mereka untuk membangunnya kembali. Bahkan sekarang, jika kita pergi hari ini, akan butuh 20 tahun bagi mereka untuk membangun kembali negara mereka, dan itu tidak akan pernah sebaik sebelumnya,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Selasa (7/4).
“Dan satu-satunya cara mereka bisa membangun kembali negara mereka adalah dengan memanfaatkan kecerdasan dan keunggulan Amerika Serikat,” tambahnya.
Ancaman Trump terhadap Iran adalah menyerang jembatan dan pembangkit listrik negara tersebut jika Iran tak tunduk pada kesepakatan yang memiliki tenggat waktu hingga Selasa malam waktu setempat. Salah satu bagian dari kesepakatan itu adalah membuka Selat Hormuz.

“Kami punya rencana, karena kekuatan militer kami, di mana setiap jembatan di Iran akan dihancurkan habis sebelum pukul 12 malam besok (Selasa), di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan dibuat tidak berfungsi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi. Maksud saya, penghancuran total sebelum pukul 12,” ujarnya.
Selain itu, Trump juga membuka opsi agar AS terlibat dalam pembangunan ulang di negara tersebut jika serangan jadi diluncurkan oleh AS.
“Dan itu bisa terjadi dalam waktu empat jam, jika kami mau. Kami tidak ingin itu terjadi. Kami bahkan mungkin akan terlibat membantu mereka membangun kembali negara mereka,” tutur Trump.