Ringkasan Berita:
- Donald Trump mengumumkan telah menyetujui gencatan senjata sementara selama dua minggu
- Iran pun menyetujui dan akan membuka Selat Hormuz selama dua minggu
- Negosiasi lanjutan antara Iran dan AS akan digelar di Islamabad untuk membahas proposal perdamaian
Kita Tekno – Iran akhirnya menyetujui pembukaan akses ke Selat Hormuz, yang telah diblokade selama 39 hari terakhir sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayahnya.
Selat ini merupakan jalur maritim strategis yang vital bagi pengiriman minyak dan energi di seluruh dunia.
Kesepakatan ini tercapai melalui mediasi Pakistan.
Presiden AS, Donald Trump, dan pihak Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua minggu.
Menariknya, Trump kembali menarik ancamannya sendiri hanya satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan berakhir.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di Truth Social pada Selasa (7/4/2026), sebagaimana dilaporkan IRNA.
Trump menekankan bahwa gencatan senjata ini bersifat dua arah.
“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan pasti mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Trump menambahkan, “Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami yakin itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi jangka waktu dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan.”
Seorang pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa gencatan senjata akan efektif segera setelah Iran membuka Selat Hormuz.
Periode dua minggu ini dianggap krusial untuk menyelesaikan kesepakatan dan memastikan implementasinya berjalan lancar, kata Presiden AS.
Sebelumnya, Presiden AS pada hari Minggu mengatakan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz adalah pada Selasa pukul delapan malam waktu setempat atau AS akan menghancurkan Iran dengan serangan dahsyat.
Israel, sekutu AS dalam agresinya terhadap Iran, dikabarkan juga menyepakati gencatan senjata selama dua minggu.
“Israel telah menyetujui gencatan senjata sementara sebagai bagian dari gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump,” kata seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan kepada CNN pada Rabu (8/4/2026) pagi.
Iran Buka Selat Hormuz Selama 2 Minggu
Menyusul pengumuman gencatan senjata sementara, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengumumkan pada hari Rabu Iran telah setuju untuk membuka Selat Hormuz.
“Jalur aman melalui Selat Hormuz tersedia selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran,” kata Araghchi pada Rabu (8/4/2026).
“Iran akan menghentikan serangan, jika serangan terhadap kami berhenti,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Marsekal Lapangan Munir yang menjadi mediator dalam perundingan AS, Israel dan Iran.
“Menanggapi permintaan persaudaraan PM Sharif dalam cuitannya, dan mempertimbangkan permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh Presiden AS tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka,” tulisnya di platform X, Rabu.
Media pemerintah Iran mengutip Dewan Keamanan Nasional Tertinggi yang mengatakan negosiasi dengan Amerika Serikat akan dimulai pada hari Jumat, 10 April, di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Perundingan itu akan dilakukan setelah Teheran menyerahkan proposal 10 poin kepada Washington melalui Pakistan, dan menambahkan bahwa pembicaraan tersebut tidak berarti berakhirnya perang.
Iran menjelaskan pembicaraan tersebut, yang dapat berlangsung hingga 15 hari dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan.
Pembicaraan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan rincian proposal tersebut, yang mencakup ketentuan mengenai penyeberangan Selat Hormuz, pencabutan sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari pangkalan regional.
Perang AS-Israel Vs Iran
Perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran mulai pecah setelah kedua negara tersebut melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah perundingan antara AS dan Iran terkait pembatasan program nuklir kembali digelar di Jenewa.
Selama ini, AS dan Israel menuduh Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran menegaskan bahwa program tersebut ditujukan semata-mata untuk kepentingan energi sipil.
Serangan tersebut menjadi pemicu konflik baru di Timur Tengah yang mengakibatkan lebih dari 1.900 korban jiwa di Iran.
Sebagai respons, Iran menghentikan jalur diplomasi dengan AS dan melancarkan serangan balasan ke sejumlah pangkalan militer milik AS dan Israel di kawasan.
Selain itu, Iran juga mengambil langkah strategis dengan memblokade Selat Hormuz, yang merupakan jalur penting distribusi energi dunia, sehingga berdampak pada lonjakan harga minyak global.
(TribunTrends/Tribunnews/Yunita Rahmayanti)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook