
Misi antariksa NASA menuju Bulan, Artemis II, tidak hanya mencetak rekor, tetapi juga meninggalkan kisah manis dan haru. Komandan Artemis II, astronaut Reid Wiseman, mengabadikan nama mendiang istrinya di satelit alami Bumi tersebut.
Misi Artemis II, menumpangi wahana antariksa Orion, melakukan perjalanan luar angkasa selama 10 hari dengan tujuan untuk mengorbit Bulan. Dalam perjalanan bersejarah tersebut, Reid bersama tiga astronaut Artemis II lainnya yaitu pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch, dan spesialis misi Jeremy Hansen sukses mengobservasi Bulan dari orbit dengan sudut pandang baru.
Keempat awak, dengan bantuan tim sains NASA di Bumi, berhasil mengidentifikasi sejumlah kawah Bulan yang belum memiliki nama. Pada Senin (6/4), para awak Artemis II pun mengungkapkan rencana mereka untuk menamai salah satu kawah dengan nama mendiang istri Reid, Carroll, yang meninggal dunia pada 2020 lalu.
“Beberapa tahun lalu kami memulai perjalanan (perencanaan) misi ini. Di dalam keluarga astronaut kami yang erat ini, kami kehilangan satu sosok yang sangat tercinta,” kata Jeremy Hansen kepada kru di Bumi, dikutip dari video yang dibagikan oleh akun Instagram resmi NASA.
Jeremy mengatakan, kawah ini terletak di bagian permukaan Bulan yang sangat apik. Berkat posisi yang strategis, dalam siklus Bulan tertentu, kawah ini bisa terlihat dari Bumi.
“Kami ingin menamai kawah ini Carroll,” ucap Jeremy yang langsung terisak dan sontak dipeluk oleh Reid. Victor dan Christina Koch pun ikut berpelukan di tengah momen penuh haru tersebut.
Nama Kawah Carroll saat ini belum disahkan. Sebab, NASA mengatakan, setelah misi Artemis II selesai, badan antariksa Amerika Serikat ini akan secara resmi mengajukan proposal ke International Astronomical Union, badan yang mengatur penamaan objek selestial (benda langit).
Carroll Wiseman adalah istri dari Reid Wiseman yang meninggal dunia pada 17 Mei 2020 usai lima tahun berjuang melawan kanker. Keluarga tidak mengungkap secara spesifik jenis kanker yang dialami oleh Carroll. Selepas kepergian sang istri, Reid membesarkan dua anak mereka, Katie dan Ellie, sebagai ayah tunggal.
Semasa hidupnya, Carroll berprofesi sebagai perawat di unit perawatan intensif (ICU) untuk bayi baru lahir. Dia kemudian pindah ke Houston, Texas, untuk ikut Reid yang bekerja di NASA. Di Houston, Carroll bekerja sebagai perawat di sebuah sekolah.
Dilansir NPR, saat Carroll baru didiagnosis dengan kanker, Reid menawarkan untuk pindah ke sekitar negara bagian Virginia dan Maryland agar bisa dekat dengan keluarga. Namun, Carroll menolak karena ia ingin Reid bisa fokus dengan pekerjaannya di NASA.

Pada 2023, tiga tahun setelah kepergian Carroll, Reid terpilih sebagai komandan misi Artemis II. Artemis II merupakan misi penerbangan berawak ke Bulan pertama dalam 56 tahun terakhir. Reid pun mengungkap, lewat misi ini, ia merasa membawa warisan sang istri.
“Rasanya seperti saya membawa dia bersama saya dan melanjutkan langkah yang sudah kita jalani selama 17 tahun bersama. Saya menghormati sosoknya setiap hari, setiap menit,” ucap Reid kepada The Times pada 2025.
Empat astronaut misi Artemis II berhasil mendarat di Bumi pada Jumat (10/4) sore waktu Amerika Serikat. Kapsul Orion mendarat di Samudra Pasifik, tepatnya di wilayah San Diego, California. Mereka mengakhiri perjalanan bersejarah ini setelah 10 hari menjelajah orbit Bulan. Keempat astronaut resmi memecahkan rekor perjalanan antariksa terjauh yang pernah dilakukan umat manusia.