Paus Leo XIV: Saya tidak takut Trump

Photo of author

By AdminTekno

Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV menegaskan tidak akan takut atau pun mundur dari sikapnya menentang perang, meski mendapat serangan langsung dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Saya akan terus berbicara lantang menentang perang, mendorong perdamaian dan dialog,” kata Paus Leo kepada Reuters dalam penerbangan menuju Aljazair, Senin (13/4).

Saat akan memulai tur 10 hari ke empat negara Afrika itu, ia juga menegaskan tidak takut terhadap tekanan dari Washington.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, atau untuk berbicara secara lantang,” ujarnya.

Paus Leo, paus pertama asal AS, belakangan semakin vokal mengkritik konflik AS-Israel dengan Iran serta kebijakan imigrasi Washington.

“Terlalu banyak orang menderita hari ini, terlalu banyak orang tak bersalah terbunuh. Seseorang harus berdiri dan mengatakan ada jalan yang lebih baik,” katanya.

Pernyataan ini muncul setelah Trump menyebut Paus Leo “lemah terhadap kejahatan” dan “buruk dalam kebijakan luar negeri” dalam unggahan di media sosial.

Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo menegaskan dirinya bukanlah politisi dan tidak ingin terjebak dalam perdebatan politik.

“Pesan Gereja adalah perdamaian, saya tidak melihat peran saya sebagai politisi,” katanya, seperti dilansir Reuters.

Sejumlah tokoh Katolik turut membela Paus asal AS itu. Uskup Agung Paul S. Coakley menyebut Paus bukan rival politik, melainkan pemimpin spiritual.

Sementara itu, pengamat Vatikan Massimo Faggioli menilai serangan terbuka terhadap paus seperti ini sangat jarang terjadi.

Ketegangan ini juga mengingatkan pada hubungan Trump dengan pendahulu Paus Leo, Paus Fransiskus, yang sebelumnya juga kerap mengkritik kebijakan imigrasi AS.

Leave a Comment