REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE, – Malut United menghadapi tantangan berat setelah menelan kekalahan 0-2 di kandang sendiri saat menjamu PSIM Yogyakarta. Pertandingan sengit yang digelar di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, pada Sabtu lalu itu menjadi sorotan setelah dua gol kemenangan PSIM dicetak oleh Nermin Haljeta dan Domenica Sheva Maresca. Kekalahan ini memicu tekad kuat dari tim berjuluk Laskar Kie Raha untuk segera bangkit di laga-laga berikutnya dalam kompetisi sepak bola Super League.
Menyikapi hasil minor tersebut, Hendri Susilo, selaku pelatih kepala Malut United, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Namun, ia tetap memancarkan optimisme tinggi terhadap potensi timnya. “Kami kecewa dengan hasil ini, tapi perjalanan masih panjang. Saya optimistis Malut United akan kembali ke penampilan terbaik pada pertandingan berikutnya,” tegas Hendri dalam konferensi pers pascalaga, menegaskan fokus tim ke depan.
Hendri Susilo juga memberikan analisis jujur terkait performa anak asuhnya. Ia mengakui bahwa para pemainnya tidak tampil dalam kondisi terbaik dan gagal mengonversi peluang menjadi gol. “Malam ini para pemain bermain di bawah form terbaiknya. Situasi tersebut menjadi pelajaran berharga bagi kami, kesalahan elementer juga akan kami perbaiki ke depan,” tambahnya, menandakan komitmen untuk perbaikan strategis dan fundamental tim.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Malut United, yang dikenal dengan julukan Laskar Kie Raha, sebenarnya berhasil menciptakan 11 peluang gol. Namun, hanya lima di antaranya yang tepat sasaran ke gawang, dan sayangnya, tidak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Ironisnya, PSIM Yogyakarta justru mampu menunjukkan efektivitas serangan yang luar biasa dengan memaksimalkan dua peluang kunci yang mereka miliki menjadi dua gol kemenangan.
Dari kubu pemain, Septian David Maulana, salah satu pilar Malut United, juga menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah akhir dari segalanya. “Masih ada banyak pertandingan yang akan kami hadapi. Kami akan memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi menyeluruh,” ujarnya, menunjukkan semangat juang dan profesionalisme tim dalam menghadapi situasi sulit ini.
Saat ini, posisi Malut United di klasemen Super League berada di urutan keenam dengan raihan 5 poin, hanya terpaut satu poin dari Persebaya yang menduduki peringkat kelima. Tantangan selanjutnya bagi Laskar Kie Raha adalah melakoni pertandingan tandang yang tak kalah berat. Mereka akan bertandang ke markas Persik Kediri di Stadion Brawijaya pada Jumat, 12 September mendatang, sebuah laga krusial untuk memperbaiki posisi di tabel klasemen Super League.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.