Kita Tekno – Gas air mata seringkali menjadi instrumen utama aparat keamanan untuk mengendalikan kerumunan massa dalam situasi yang memanas. Meskipun secara umum disebut “gas”, substansi ini sebenarnya berupa partikel kimia padat yang disebarkan ke udara, membentuk kabut yang menyesakkan. Dua jenis yang paling sering digunakan adalah gas CS (chlorobenzylidenemalononitrile) dan CN (chloroacetophenone), keduanya dikenal karena efek iritasinya yang kuat.
Begitu terpapar, baik melalui pernapasan maupun kontak langsung dengan kulit, gas air mata memicu reaksi yang cepat dan intens. Gejala yang umum meliputi sensasi perih terbakar yang hebat pada mata, pandangan menjadi kabur, serta iritasi pedas di area hidung dan tenggorokan. Selain itu, korban dapat mengalami sesak napas, batuk-batuk, hingga munculnya ruam kemerahan pada kulit.
Efek langsung ini umumnya bersifat sementara dan mereda dalam beberapa menit. Namun, tanpa penanganan yang tepat dan cepat, paparan gas air mata berpotensi menimbulkan komplikasi kesehatan yang lebih serius. Untuk membantu Anda menghadapi situasi ini, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi paparan gas air mata, dirangkum dari sumber tepercaya seperti Hellosehat.com, Alodokter.com, dan Cdc.gov.
1. Segera Jauhi Sumber Paparan
Langkah pertama dan paling krusial adalah segera menjauh dari area yang terpapar gas air mata secepat mungkin. Gas air mata cenderung lebih pekat dan bertahan di permukaan tanah, oleh karena itu, usahakan untuk bergerak menuju area terbuka yang memiliki sirkulasi udara yang baik atau mencari tempat yang lebih tinggi. Perpindahan lokasi yang cepat dapat secara signifikan mengurangi tingkat paparan dan gejalanya.
2. Lepas Pakaian yang Terkena
Partikel gas air mata dapat menempel dan tersimpan pada serat pakaian Anda, menjadi sumber iritasi berkelanjutan. Setelah menjauh dari zona paparan, segera lepaskan semua pakaian yang diduga terkontaminasi. Dianjurkan untuk menggunting pakaian agar tidak perlu ditarik melewati kepala atau wajah, yang dapat memperburuk iritasi. Masukkan pakaian tersebut ke dalam kantong plastik tertutup rapat untuk mencegah partikel menyebar kembali.
3. Gunakan Alat Pelindung
Dalam upaya meminimalkan risiko paparan gas air mata, penggunaan alat pelindung diri (APD) menjadi sangat penting. Alat-alat seperti masker gas (gas mask), tudung evakuasi (escape hood), dan kacamata pelindung (safety goggles) dapat memberikan perlindungan optimal. Apabila APD khusus tidak tersedia, Anda bisa menggunakan kacamata hitam dan masker biasa sebagai alternatif darurat untuk mengurangi kontak langsung dengan partikel gas.
4. Cuci Tangan dan Wajah dengan Sabun dan Air
Setelah mengamankan diri, segera mandilah dengan sabun dan air mengalir. Pastikan untuk mencuci seluruh tubuh, termasuk wajah dan rambut, guna menghilangkan residu kimia yang menempel pada kulit. Penting untuk menggunakan air dingin atau bersuhu ruangan, bukan air panas, sebab air panas dapat membuka pori-pori kulit dan justru memperparah iritasi.
5. Bilas Mata dengan Air atau Saline
Jika mata Anda terpapar gas air mata, bilaslah secara terus-menerus selama 10 hingga 20 menit menggunakan air bersih atau larutan saline (NaCl 0,9%). Hindari menggosok mata karena tindakan ini dapat memperburuk iritasi atau menyebabkan cedera. Untuk jenis gas CS yang dikenal sulit larut dalam air, penggunaan sabun lembut atau sampo bayi dapat membantu mengurangi iritasi pada mata secara lebih efektif.
6. Cari Pertolongan Medis Jika Parah
Apabila gejala paparan gas air mata tidak kunjung membaik atau justru memburuk, seperti mengalami sesak napas hebat yang persisten, nyeri dada, atau dicurigai adanya luka pada kornea mata, jangan tunda untuk mencari bantuan medis profesional. Dokter atau tenaga medis mungkin akan memberikan terapi tambahan, seperti obat tetes mata anestesi untuk mengurangi rasa sakit, atau inhalator untuk membantu mengatasi masalah pernapasan.
Lantas, bagaimana dengan praktik yang sering terlihat di kalangan demonstran, yaitu mengoleskan odol atau pasta gigi di area bawah mata dan dekat hidung sebagai persiapan menghadapi gas air mata?
Apakah Odol (Pasta Gigi) Efektif Mengatasi Paparan Gas Air Mata?
Belakangan ini, klaim mengenai efektivitas odol dalam menangkal atau mengatasi paparan gas air mata memang sering beredar. Namun, dari sudut pandang medis dan ilmiah, praktik ini tidak benar dan bahkan berpotensi berbahaya.
Tidak ada satu pun bukti ilmiah yang mendukung anggapan bahwa pasta gigi dapat memberikan perlindungan terhadap efek gas air mata. Sebaliknya, menurut panduan medis terkemuka seperti Riot Medicine dan berbagai laporan dari forum kesehatan, odol justru dapat “menjebak” partikel gas air mata pada kulit. Kondisi ini bukan hanya tidak membantu, melainkan berisiko memperparah iritasi dan memperpanjang durasi ketidaknyamanan.
Oleh karena itu, menggunakan odol bukanlah solusi yang tepat. Cara paling efektif untuk mengatasi paparan gas air mata adalah dengan tetap mematuhi langkah-langkah pertolongan pertama yang benar dan teruji secara medis, yaitu segera menjauh dari sumber paparan, menggunakan pelindung diri, mencuci tubuh dengan sabun dan air, membilas mata secara menyeluruh dengan air bersih atau saline, dan tidak ragu mencari bantuan medis bila gejala memburuk atau tidak mereda.
Ringkasan
Gas air mata, yang umumnya berupa partikel kimia padat, sering digunakan untuk mengendalikan massa. Paparan gas ini dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan, serta sesak napas dan ruam kulit. Pertolongan pertama meliputi menjauhi sumber paparan, melepas pakaian yang terkontaminasi, dan menggunakan alat pelindung diri seperti masker gas atau kacamata pelindung.
Setelah menjauh dari paparan, segera cuci tangan dan wajah dengan sabun dan air dingin, serta bilas mata dengan air atau saline selama 10-20 menit. Jika gejala memburuk, seperti sesak napas hebat, segera cari pertolongan medis. Perlu diingat bahwa penggunaan odol atau pasta gigi sebagai penangkal gas air mata tidak efektif dan bahkan dapat memperparah iritasi.