
Arus lalu lintas di Ring Road Utara, DIY, kembali lancar usai massa aksi depan Polda DIY membubarkan diri. Sebelumnya jalan tersebut sempat diblokade massa.
Massa aksi berhamburan setelah terdengar suara letusan. Belum diketahui dari mana asal suara tersebut.
Setelah suara letusan itu massa masih sempat berkumpul di beberapa titik tak jauh dari Polda DIY. Mereka baru meninggalkan lokasi setelah datang sekelompok orang yang membubarkan massa. Salah satunya di sisi barat Polda DIY. Tidak diketahui siapa kelompok yang membubarkan massa tersebut.
Tak berselang lama hujan deras mengguyur. Hujan bertahan hingga tengah malam.
Corat-coret Tembok Polda DIY dan Robohkan Pagar
Sebelumnya massa aksi datang mencorat-coret tembok Polda DIY dan merobohkan pagar timur Polda DIY.
Aksi ini merupakan respons atas peristiwa penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Brimob terhadap Arianto Tawakal (14), siswa MTsN 1 Maluku hingga tewas di Tual.
Sejumlah massa aksi juga sempat menggelar salat gaib untuk Arianto Tawakal di tengah jalan di depan Polda DIY.
“Ini bentuk dari kemarahan masyarakat terkait apa yang terjadi di Maluku gitu. Ada bocah 14 tahun yang nggak salah apa-apa, lagi jalan motor, tiba-tiba dihantam helm kepalanya terus tewas, dan sebagainya, dan sebagainya,” kata Ude, salah seorang massa aksi.
Ude mengatakan mereka sudah tak percaya dengan reformasi Polri yang sejak 2025 lalu digaungkan.
“Jadi aksi ini adalah upaya untuk meluapkan kemarahan,” katanya.