
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa Iran tak menutup Selat Hormuz, saat negeri ini tengah menghadapi agresi Israel-AS.
Kata Boroujerdi, Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas khusus yang berlaku pada situasi perang.
“Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan di selat ini, hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang,” kata Boroujerdi di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).
Ia menambahkan kapal yang mematuhi protokol tersebut tetap dapat melintasi jalur pelayaran tersebut tanpa hambatan.
“Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz,” ujarnya.

Boroujerdi juga menegaskan Iran selama ini berperan menjaga keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan internasional.
“Dan Selat Hormuz adalah tempat di mana Iran menyebarluaskan keamanan di sana sejak ratusan tahun yang lalu. Dan kami sampaikan, keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana,” ucapnya.
Ia juga menyinggung kekhawatiran sejumlah pihak terkait kemungkinan penutupan jalur tersebut, yang menurutnya tidak lepas dari dinamika geopolitik di kawasan.
“Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” kata Boroujerdi.