Saat Prabowo bukber dengan ulama di istana: bahas persatuan-konflik Timur Tengah

Photo of author

By AdminTekno

Presiden Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan para ulama dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3).

Pertemuan tersebut dihadiri ratusan tokoh Islam dari berbagai organisasi.

Selain buka puasa bersama, Presiden juga memaparkan kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah dan dampaknya bagi Indonesia.

Bukber Bersama Tokoh Islam

Dalam momen tersebut, Prabowo tampak duduk satu meja dengan Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar.

Kegiatan buka puasa bersama itu juga dihadiri sejumlah tokoh lain, termasuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar.

Pendakwah Dedeh Rosidah atau Mamah Dedeh juga hadir dalam acara tersebut.

Ia mengatakan Presiden memaparkan situasi global dan konflik internasional yang sedang terjadi.

“Beliau menerangkan tentang kondisi luar negeri, tentang negara kita, tentang peperangan yang terjadi saat ini,” ujar Mamah Dedeh.

Bahas Geopolitik dan Konflik Timur Tengah

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo memaparkan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global kepada para ulama.

Menurut Zulkifli Hasan, Presiden menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

“Yang paling utama tentu persatuan kita menjaga dan melindungi seluruh rakyat Indonesia,” kata Zulhas.

Muhaimin Iskandar menambahkan pertemuan itu juga menekankan pentingnya solidaritas nasional menghadapi berbagai tantangan global.

“Membangun kebersamaan dan komitmen yang kuat menghadapi kondisi global,” ujar Cak Imin.

Ulama Dukung Prabowo Jalankan Pemerintahan

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan para ulama sepakat memberikan kepercayaan kepada Prabowo untuk menjalankan pemerintahan.

“Para ulama sepakat memberikan kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk bekerja mewujudkan janji-janji beliau,” kata Gus Yahya.

Ia menambahkan ormas Islam juga akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah melalui berbagai program nasional.

Bahas Forum BoP dan Diplomasi Perdamaian

Dalam pertemuan itu juga dibahas posisi Indonesia dalam forum Board of Peace (BoP).

Menurut Nusron Wahid, Presiden menjelaskan alasan Indonesia bergabung dalam forum tersebut, termasuk untuk mengantisipasi dampak konflik global terhadap Indonesia.

“Jangan sampai perang Iran berdampak terhadap krisis pangan maupun krisis energi di dalam negeri,” ujar Nusron.

Para ulama juga sepakat memperkuat komunikasi dengan pemerintah dalam menghadapi dinamika global dan mendorong perdamaian di Timur Tengah.

FPI Minta Indonesia Keluar dari BoP

Meski demikian, tidak semua pihak sepenuhnya sepakat dengan langkah tersebut.

Perwakilan Front Persaudaraan Islam Habib Hanif Alatas mengatakan pihaknya menitipkan surat kepada Presiden yang berisi permintaan agar Indonesia menarik diri dari BoP.

“Kami tetap meminta supaya Republik Indonesia menarik diri dari BoP,” kata Habib Hanif.

Ia menilai langkah tersebut perlu diambil karena ketidakpercayaan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Momen Prabowo Cium Tangan Ulama

Selain pembahasan serius, pertemuan tersebut juga diwarnai momen simbolis.

Dalam sebuah video yang diunggah Biro Pers Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat membungkuk dan mencium tangan pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli, yang duduk di kursi roda.

Leave a Comment