
Kita Tekno Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengakui putusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), tetapi merasa bahwa hukuman seharusnya lebih adil.
FAM mengonfirmasi bahwa banding mereka telah ditolak, sementara banding tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia sebagian dikabulkan.
FAM mengatakan hukuman tersebut tampak tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan sanksi yang dijatuhkan dalam kasus serupa di hadapan CAS.
FAM menambahkan bahwa komentar lebih lanjut akan ditunda hingga alasan-alasan lengkap di balik keputusan tersebut ditinjau.
AFC Tunggu Keputusan CAS soal Nasib Timnas Malaysia, Jadwal Kualifikasi Piala Asia 2027 Tak Berubah
“Sanksi terhadap para pemain telah diubah, meskipun mereka tetap dilarang bermain selama delapan bulan ke depan,” kata FAM dalam sebuah pernyataan.
“FAM menghormati yurisdiksi CAS, namun, FAM berpendapat bahwa hukuman yang dijatuhkan tampak tidak proporsional, terutama jika dibandingkan dengan hukuman dalam kasus serupa yang sebelumnya diputuskan oleh CAS. FAM akan menilai masalah ini lebih lanjut setelah keputusan lengkap diperoleh.”
“Alasan lengkap di balik keputusan tersebut belum dirilis, dan komentar lebih lanjut mengenai substansi keputusan tersebut akan disampaikan setelah rincian lengkap keputusan tersebut ditinjau.”
“Sepanjang proses ini, FAM telah menerima tanggung jawab atas kegagalan pengawasan yang terjadi. Investigasi oleh lembaga pemerintah di Malaysia serta FIFA masih berlangsung.”
“FAM akan terus memberikan kerja sama penuh kepada semua otoritas terkait,” bunyi pernyataan FAM pada Jumat (6/3/2026).
FAM memandang keputusan tersebut sebagai situasi yang mengecewakan, terutama bagi para pemain yang terlibat.
“Mereka tidak terlibat dalam proses administrasi dan tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal administratif.”
“Para pemain tersebut adalah warga negara Malaysia yang telah diberikan kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan hukum di Malaysia,” katanya.
Di sisi lain, tujuh pemain naturalisasi yang terlibat dalam skandal kelayakan pemain Malaysia sebagian besar tetap bungkam di media sosial hingga saat ini.
Setelah putusan CAS, akun mereka tampaknya dibekukan dengan unggahan terakhir menunjukkan mereka bermain untuk klub masing-masing.
Asal Tuduh Indonesia, Merasa Kebal Hukum di Malaysia, Pemilik JDT Tunku Ismail Tantang Masyarakat Seret Dirinya ke Pengadilan
Ketujuhnya adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Facundo Garces, dan Gabriel Palmero.
Penelusuran di halaman media sosial mereka tidak menemukan reaksi apa pun terhadap keputusan CAS yang menguatkan larangan 12 bulan mereka dari pertandingan resmi oleh FIFA.
Keheningan tersebut tidak luput dari perhatian para penggemar yang menuntut jawaban karena sepak bola Malaysia sedang terguncang akibat salah satu kontroversi terbesarnya.
Di antara mereka, striker Rodrigo Holgado tampaknya telah mengambil langkah lebih jauh setelah akun Instagram-nya ditemukan telah dihapus sepenuhnya.
Meskipun tidak diketahui kapan tepatnya ia mengambil tindakan drastis tersebut, hal itu memicu spekulasi di kalangan penggemar.
Penyerang kelahiran Argentina itu belum memainkan pertandingan resmi sejak larangan satu tahun dijatuhkan pada September lalu.
Tidak adanya pernyataan dari para pemain setelah keputusan CAS semakin memicu diskusi di kalangan para penggemar.
Para penggemar menganalisis unggahan lama mereka dan mempertanyakan apakah keheningan ini bagian dari nasihat hukum atau upaya untuk menghindari sorotan publik.
Skandal naturalisasi ini pertama kali mencuat pada September 2025 ketika FIFA menemukan bahwa dokumen palsu telah digunakan untuk mendukung kelayakan tujuh pemain kelahiran luar negeri yang mewakili Malaysia dalam pertandingan internasional.
FIFA menjatuhkan sanksi skorsing 12 bulan kepada para pemain dan mendenda FAM sebesar 350.000 franc Swiss.