Aroma harum semerbak di makam Vidi Aldiano, taburan bunga penuhi makam sang duta persahabatan

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemar.
  • Makamnya di TPU Tanah Kusir dipenuhi taburan bunga dari pelayat yang datang memberikan penghormatan terakhir.
  • Para penggemar mengaku sedih dan terkejut atas wafatnya sang penyanyi di usia 35 tahun.

Kita Tekno – Kabar duka atas kepergian Vidi Aldiano masih menyisakan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya di seluruh Indonesia.

Suasana haru terasa begitu kuat saat para pelayat berdatangan untuk berziarah ke makam sang penyanyi di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, yang dikenal sebagai “Duta Persahabatan” tersebut.

Makam Vidi Aldiano terlihat dipenuhi taburan bunga warna-warni yang sengaja dibawa oleh para sahabat dan penggemar sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Aroma harum bunga yang semerbak di area pemakaman menciptakan suasana hening sekaligus penuh kehangatan kenangan.

Tak sedikit pelayat yang tampak menundukkan kepala sambil memanjatkan doa di samping pusara sang musisi.

Beberapa di antaranya bahkan terlihat meneteskan air mata mengenang sosok Vidi yang dikenal ramah, hangat, dan selalu menyebarkan energi positif.

Karangan bunga terus berdatangan sejak pagi hari, memenuhi area sekitar makam hingga menjadi simbol cinta dari banyak orang.

Kepergian Vidi Aldiano pun meninggalkan jejak mendalam, seolah aroma bunga di pusaranya menjadi pengingat akan kebaikan dan persahabatan yang pernah ia tebarkan semasa hidupnya.

Seperti diketahui, Makam Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, dipenuhi bunga dari keluarga, sahabat, dan penggemar yang datang memberikan penghormatan terakhir, Minggu (8/3/2026).

Aroma harum bunga melati, mawar, kantil, dan kenanga terasa di sekitar pusara, menambah suasana haru.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, makam Vidi dipasangi tenda karena hujan sejak pagi.

Bunga-bunga ditaburkan di atas kuburan maupun diletakkan dekat batu nisannya, termasuk bunga Matahari, mawar putih, dan kantil.

Salah satu pelayat, Rani (31), mengatakan ia datang untuk memberi penghormatan kepada penyanyi berbakat yang dikenal rendah hati itu.

“Aku tadi bawa bunga mawar putih untuk Kak Vidi,” ujarnya.

Ia mengaku sedih meski sudah mengetahui kondisi kesehatan idolanya.

“Dari SD saya sudah suka dengan Kak Vidi. Lagu-lagunya, terutama Nuansa Bening, banyak menemani saya,” kata Rani.

Fitri (29), pelayat lain, membawa bunga mawar merah. Ia mengaku terkejut ketika pertama kali mendengar kabar meninggalnya Vidi Aldiano.

“Awalnya kabar itu beredar di komunitas penggemar Vidi’s. Saya syok dan enggak nyangka,” ucap Fitri.

Ia baru percaya setelah melihat unggahan artis yang mengonfirmasi kabar duka itu.

Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun. Kabar duka kepergian Vidi Aldiano pertama kali menyebar melalui unggahan sejumlah rekan musisi di media sosial, salah satunya datang dari musisi Melly Goeslaw.

“Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan @vidialdiano kembali ke pangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadhan yang sungguh diinginkan oleh semua hamba-Nya,” tulis Melly.

(TribunNewsmaker.com/Kompas.com)

Leave a Comment