Jakarta, IDN Times – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Abu Rokhmad, mengatakan pemerintah akan menggelar peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa turunnya ayat pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
“Insyaallah besok, Selasa, 10 Maret 2026 akan dilakukan peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan, yang bertempat di Istana Negara, Jakarta, jamnya sekitar 19.30 WIB,” ujar Rokhmad di Kementerian Agama, Jakarta, Senin (9/3/2026).
1. Istana akan undang ormas Islam 
Abu mengatakan, acara tersebut juga akan diisi tausiah dari Profesor Quraish Shihab. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut akan hadir dalam peringatan Nuzulul Qur’an.
“Kemudian teman-teman dari ormas Islam juga diundang pada saat peringatan Nuzulul Qur’an,” ucap dia.
Mengenal Malam Nuzulul Quran yang Jatuh pada Hari ke-17 Ramadan 2. Presiden dan Wapres juga akan tunaikan zakat pada 10 Maret 2026 
Selain itu, Presiden dan Wakil Presiden bersama pejabat negara lainnya akan menunaikan zakat pada 10 Maret 2026 di Istana Negara. Zakat tersebut nantinya disalurkan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
“Mulai jam 14.00 WIB di Istana. Nah, di lokasi-lokasi yang lain, Pemprov di seluruh Indonesia juga dilaksanakan hal yang sama. Jadi ini cara untuk mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat melalui keteladanan dari para pimpinan wilayah masing-masing,” kata dia.
5 Amalan pada Malam Nuzulul Quran, Pahala Berlipat! 3. Ada pembagian Tebar Harapan Ramadan 
Pada 12 Maret 2026, Kemenag bersama Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Kemenaker, MUI, Baznas, Forum Zakat, dan lembaga filantropi akan menggelar program Tebar Harapan Ramadan (THR). Acara di Jakarta International Velodrome ini menargetkan distribusi 2 juta paket zakat fitrah serta buka puasa bersama lintas agama.
Dalam kesempatan itu, Abu Rokhmad juga menyampaikan program Kemenag yang lain. Salah satunya, Kemenag akan meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik dan Ekspedisi Masjid Indonesia pada 11 Maret 2026.
Kemenag ingin masjid di sepanjang jalur mudik memberi kontribusi optimal bagi para pemudik selaras dengan tema “Mudik Nyaman Bersama”. Total, ada 6.856 masjid yang terlibat dalam program ini.
“Salah satu ciri masjid yang mengikuti program Masjid Ramah Pemudik itu misalnya dia buka 24 jam. Jadi kapan saja para pemudik butuh istirahat bisa mampir,” kata Abu.
Fasilitas di masjid tersebut meliputi area istirahat, air bersih untuk mandi, stasiun pengisian daya ponsel, hingga penyediaan takjil untuk berbuka puasa. Masyarakat dapat memantau lokasi dan cerita dari masjid-masjid ini melalui siaran radio mitra Kemenag.