Menaker lepas 1.000 pemudik Lebaran 2026, ada dari ojol

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli melepas lebih dari 1.000 pemudik dalam program mudik bersama Idulfitri 2026 yang difasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan program mudik tahun ini merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai mitra strategis ketenagakerjaan.

“Memfasilitasi berdasarkan hasil kolaborasi kami dan komunikasi dengan mitra-mitra strategis ketenagakerjaan. Secara total memberangkatkan 38 bus dan lebih dari 1.000 orang pemudik yang kita berangkatkan,” jelas Indah saat melepas mudik gratis bersama Kemnaker di Kantor Pusat Kemnaker, Jakarta, Selasa (17/3).

Adapun khusus pemberangkatan di Gedung Kemnaker pada siang ini Selasa (17/3), sebanyak 11 bus diberangkatkan dengan total 558 pemudik.

Indah menyebut, keikutsertaan pengemudi ojek online (ojol) menjadi hal baru dalam program mudik tahun ini, meski jumlahnya masih terbatas.

“Yang menarik dan sungguh kita syukuri pada pelepasan mudik kali ini, tahun ini, telah bergabung saudara-saudara kita dari para pengemudi online,” kata dia.

Sebanyak tiga bus disiapkan khusus untuk pengemudi transportasi online dari berbagai platform, dengan total 150 peserta yang dari siang ini bakal menuju Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Selain itu, dua bus disediakan untuk pekerja anggota Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Aspirasi) dengan total 100 orang, serta dua bus lainnya untuk pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman dengan jumlah yang sama.

Program mudik juga mengakomodasi tenaga alih daya di lingkungan Kemnaker dan kawasan sekitarnya. Tahun ini, jumlah armada untuk kelompok tersebut ditingkatkan menjadi empat bus dengan total 208 orang.

Sementara itu, Yassierli menyampaikan menjelang Idulfitri 2026, fokus pemerintah tak hanya pada fasilitas mudik, tetapi juga memastikan hak pekerja seperti tunjangan hari raya (THR) dan bonus hari raya (BHR) terpenuhi.

“Ada hampir 2000 pertanyaan konsultasi kepada kami dan Alhamdulillah itu sudah di respons dengan baik dari tim yang stand by di posko THR dan BHR kami mereka stand by setiap hari termasuk hari sabtu hari minggu bahkan hari lebaran,” kata Yassierli dalam kesempatan yang sama.

Yassierli melanjutkan, memasuki H-7 Lebaran, Kemnaker mulai memprioritaskan penanganan pengaduan dari pekerja terkait pembayaran THR.

Selain THR, dia juga mendorong pemberian bonus hari raya bagi pengemudi dan kurir ojol. Menurut Yassierli, para aplikator telah menunjukkan komitmen untuk meningkatkan nilai BHR tahun ini.

“Alhamdulillah BHR sudah kita keluarkan edaran dan komitmen dari para aplikator membayarkan BHR besarnya lebih baik 2 kali lipat dari tahun lalu dengan penerima sekitar 1,5 juta orang,” ungkap Yassierli.

“Ada kepedulian dari para aplikator untuk memberikan sesuatu kepada teman-teman pengemudi atau kurir online walaupun secara regulasi itu belum kita tetapkan,” sambung dia.

Leave a Comment