
Presiden Prabowo Subianto menggelar open house atau gelar griya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3). Antusiasme masyarakat begitu tinggi, mereka datang sejak pagi.
Pantauan kumparan di lokasi, terlihat antrean warga mengular. Petugas keamanan yang berjaga terlihat mengatur antrean masyarakat agar situasi kondusif.
Masyarakat yang hadir dalam open house itu berasal dari berbagai wilayah. Salah satunya, Sari (45 tahun) yang datang langsung dari Bogor.
“Tadi berangkat dari Bogor jam 4, Salat Id dulu di Istiqlal baru antre di sini sekitar jam setengah 10 pagi,” katanya kepada kumparan.
Sari mengantre hingga tiga jam. Ia baru masuk ke area Istana pada sekitar pukul 13.00 WIB.

Ini bukan kali pertama Sari ikut open house di Istana. Tahun lalu ia juga datang ke open house yang digelar presiden itu.
Sari mengaku butuh perjuangan untuk bisa masuk ke area open house. Ia sempat berdesakan dengan masyarakat lainnya, namun baginya tidak masalah.
“Iya didorong-dorong karena pas antrean paling depan mau masuk, antrean belakang dibuka sama polisi. Jadi semuanya berlarian. Chaos lah di situ sampai saya jatuh terdorong-dorong. Sampai lecet nih dengkul saya,” ujarnya.
“Nggak papa deh, yang penting udah bisa masuk terus dapat sembako lah, oleh-oleh dari Presiden,” katanya.