Pengembangan terbaru dalam kasus pembunuhan Dwintha Anggary (37), cucu seniman Betawi Mpok Nori, mengungkap identitas pelaku. Polda Metro Jaya secara resmi memastikan bahwa tersangka utama adalah seorang warga negara asing (WNA) asal Irak, yang tak lain merupakan mantan suami korban. Pengumuman ini menjadi titik terang penting dalam penyelidikan yang intensif.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan detail tersebut saat dikonfirmasi pada Minggu (22/3). “WNA Irak mantan suami korban,” ujarnya, memperjelas hubungan antara Dwintha dengan pelaku yang diduga bernama Fuad. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai kasus tragis tersebut.
Dwintha ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakannya yang berlokasi di Jalan Daman I, RT 008, RW 002, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Penemuan jasadnya memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian untuk menguak kronologi dan motif di balik kematian mendiang.
Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya AKBP Ressa Marabessy memberikan keterangan signifikan terkait keberadaan Fuad beberapa kali terlihat di sekitar lokasi kejadian sehari sebelum penemuan jasad Dwintha. Pada hari Jumat, 20 Maret 2026, seorang saksi mata melihat Fuad berjalan kaki di depan Gang Daman 2 menuju Daman 1. Saksi tersebut sempat menyapa Fuad yang saat itu mengenakan kaus hijau dan celana pendek, mengindikasikan kehadirannya yang mencurigakan di area tersebut.
Tak hanya itu, kesaksian lain semakin memperkuat dugaan terhadap Fuad. Saksi bernama Siti juga melihat Fuad masih mengenakan pakaian yang sama pada hari Jumat pagi, 20 Maret 2026, saat menunaikan salat Subuh di Masjid Al Ikhlas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Sementara itu, kondisi Dwintha saat ditemukan sangat memilukan, dengan darah mengering di lantai dan kasur, menyiratkan peristiwa keji yang telah terjadi.
Dari hasil penelusuran yang dilakukan polisi, ditemukan fakta krusial terkait akses ke rumah kontrakan korban. Hanya ada dua orang yang memegang kunci kontrakan tersebut. “Untuk kunci rumah ada 2, yang dipegang Dwintha Anggary dan Fuad,” ucap Ressa. Informasi ini secara signifikan mempersempit lingkaran tersangka dan memperkuat dugaan bahwa mantan suami korban merupakan pihak yang terakhir berinteraksi dengan Dwintha sebelum kematiannya.