
JAKARTA — Bek tim nasional Indonesia, Rizky Ridho, menyambut hangat kembalinya Elkan Baggott ke dalam skuad Garuda. Ridho mengungkapkan antusiasmenya yang besar untuk menimba ilmu dari rekan setimnya yang kini berkarier di kancah sepak bola luar negeri tersebut.
Ridho menjelaskan bahwa atmosfer latihan Timnas Indonesia berjalan kondusif dan penuh semangat dalam dua sesi awal. Latihan intensif ini dilaksanakan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, pada Selasa (24/3/2026). Ia menggarisbawahi bahwa program latihan di bawah arahan pelatih baru membawa pendekatan yang segar dan berbeda, terutama dalam hal detail taktik dan peningkatan intensitas.
“Latihan berjalan sangat lancar, dan kami diminta untuk beradaptasi secara bertahap. Pelatih menunjukkan perhatian yang sangat detail pada setiap aspek, serta intensitas latihan yang juga terasa lebih keras dari sebelumnya,” tutur Ridho setelah sesi latihan selesai, mencerminkan komitmen terhadap peningkatan performa tim.
Kehadiran kembali Baggott diyakini Ridho memberikan dimensi baru pada kekuatan lini belakang timnas. Dengan perkembangan signifikan yang terus ditunjukkan Baggott selama berkarier di Eropa, Ridho menyatakan kegembiraannya bisa kembali berlatih bersama dan berbagi pengalaman. “Elkan terus menunjukkan perkembangan yang impresif. Saya sangat senang dia kembali dan tentu saja berharap bisa belajar banyak darinya,” imbuhnya, menekankan pentingnya kolaborasi antar pemain dalam skuad.
Ridho juga sepenuhnya menyadari besarnya ekspektasi tinggi yang disematkan para suporter setia kepada Timnas Indonesia. Oleh karena itu, ia memohon doa dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat agar tim dapat terus menunjukkan performa yang semakin membaik di masa depan, terlepas dari siapa pun yang memimpin kursi kepelatihan.
Di bawah komando pelatih John Herdman, skuad Garuda kini mulai akrab dengan berbagai metode latihan modern yang diterapkan. Salah satu inovasi signifikan adalah sesi analisis taktik yang memanfaatkan tayangan video secara mendalam sebelum para pemain turun ke lapangan. Ini bertujuan agar pemahaman strategi dapat lebih matang dan terinternalisasi.
“Pelatih bahkan membawa televisi langsung ke lapangan untuk menjelaskan secara visual taktik yang diinginkan. Seperti yang disampaikan Jordi Amat, metode latihan seperti ini sudah menjadi standar umum di kompetisi Eropa,” ungkap Ridho, menyoroti adaptasi tim terhadap standar internasional yang lebih tinggi.
Meskipun kondisi fisik para pemain relatif stabil karena sebelumnya sudah ditempa di klub masing-masing, Ridho mengakui bahwa intensitas latihan di Timnas saat ini terasa jauh lebih meningkat. Ia berharap, dengan implementasi program latihan yang progresif ini, performa Timnas Indonesia akan terus melonjak dan mampu tampil lebih solid di bawah kepemimpinan pelatih anyar. “Semoga permainan kami dapat mencapai level yang lebih baik lagi ke depannya,” pungkas Ridho penuh harap.