Manisnya awal pertemuan cucu Mpok Nori dengan suami asal Irak, nahas cinta berujung bunuh istri

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:1. Dwintha Anggary, cucu Mpok Nori, pertama kali bertemu dengan Fuad saat keduanya sama-sama bekerja di Malaysia setelah korban diajak bibinya bekerja di sana.   2. Fuad diketahui datang ke Malaysia untuk bekerja saat negaranya, Irak, sedang dilanda perang hingga akhirnya bertemu dan menjalin hubungan dengan korban.   3. Hubungan keduanya berujung tragis setelah Dwintha Anggary ditemukan tewas di kontrakannya di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, dengan luka sayatan di leher.

Tragedi memilukan menyelimuti keluarga seniman legendaris Mpok Nori setelah cucunya, Dwintha Anggary (37), ditemukan tak bernyawa. Kisah perkenalan Dwintha dengan pria asal Irak bernama Fuad, yang berawal di negeri jiran Malaysia, kini terkuak di balik dugaan pembunuhan yang mengguncang publik. Hubungan yang bermula dari pertemuan tak terduga tersebut berujung tragis.

Dwintha Anggary ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Korban ditemukan dengan luka sayatan yang fatal di bagian leher, dan insiden ini diduga kuat merupakan tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh Fuad, pria yang pernah menjadi suami sirinya.

Diah, kakak korban, mengungkap awal mula perkenalan Dwintha dan Fuad. Dwintha diketahui merantau ke Malaysia atas ajakan bibinya untuk bekerja di sana. Di negeri perantauan itulah ia bertemu dengan Fuad, seorang pria asal Irak yang juga mencari nafkah di Malaysia. “Dulu adik saya kan diajak bibi saya ke Malaysia kerja, ceritanya. Nah, terus ketemu sama dia. Dia itu kalau nggak salah dari Irak, pas ada perang,” tutur Diah di kawasan Jakarta Timur pada Senin (23/3/2026).

Lebih lanjut, Diah menjelaskan bahwa Fuad tiba di Malaysia sebagai bagian dari pekerjaan bantuan di tengah konflik yang melanda negaranya, Irak. Pertemuan tak terduga di negara tersebut akhirnya menumbuhkan benih cinta di antara keduanya, hingga kemudian memutuskan untuk menjalin hubungan dan menikah secara siri.

Selama menjalani rumah tangga siri, pihak keluarga mengaku tidak pernah mengetahui adanya tindakan kekerasan fisik yang dialami Dwintha. Diah menyatakan bahwa adiknya tidak pernah menceritakan perlakuan kasar dari Fuad. Kendati demikian, seperti hubungan suami istri pada umumnya, pasangan tersebut memang kerap terlibat dalam pertengkaran kecil. Bahkan, di mata keluarga, Fuad sempat terlihat sangat menyayangi Dwintha sebelum insiden tragis ini terjadi.

Namun, di balik gambaran tersebut, dugaan adanya tekanan dan pengawasan ketat terhadap Dwintha Anggary mulai terkuak. Sebelum peristiwa tragis ini, Anggi, sapaan akrab Dwintha, dikenal sebagai pribadi yang penurut, penyayang, dan murah senyum. Kakaknya, Dian Puspitasari (40), menggambarkan Anggi sebagai sosok yang selalu mengalah, bahkan saat mendapat teguran, ia hanya akan membalasnya dengan senyuman. “Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia cuma nyengir saja, murah senyum orangnya,” kenang Dian.

Selain itu, Anggi juga sangat dekat dengan anak-anak di keluarganya. Sifatnya yang lembut membuatnya mudah berinteraksi dan menjalin kedekatan erat dengan para keponakannya. Namun, kehidupan rumah tangganya dengan mantan suami siri, FD (49), menyimpan persoalan yang kemudian berujung pada perpisahan. Setelah ditalak pada awal Februari 2026, Anggi memilih untuk tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan.

Meskipun telah berpisah, pelaku diduga masih sering berada di sekitar tempat tinggal korban, mengawasi setiap aktivitasnya. Keluarga menduga, perubahan pada aktivitas Anggi setelah mulai bekerja dan memiliki lebih banyak interaksi sosial telah memicu kecemburuan dari pihak pelaku. “Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu,” ungkap Dian.

Dian juga menyoroti bahwa selama ini Anggi seolah dibatasi ruang geraknya, termasuk dalam berinteraksi dengan orang lain. Kontak terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, sebelum komunikasi terputus karena kesibukan menjelang Lebaran. Pada hari yang sama, Dian sempat bertemu Anggi saat hendak ke pasar. Baru belakangan ia menyadari bahwa pada momen tersebut, pelaku diduga berada di belakang dan membuntuti korban. Peristiwa ini semakin menguatkan dugaan bahwa Anggi telah dipantau secara intensif sebelum kejadian tragis yang merenggut nyawanya.

Leave a Comment