Pesan terakhir Praka Farizal ke ayah sebelum gugur

Photo of author

By AdminTekno

Duka menyelimuti keluarga Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon di Ledok, Kelurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo. Farizal gugur saat bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ayah Farizal, Senam (60 tahun), mengatakan dirinya sempat berkomunikasi dengan anaknya sebelum kejadian tersebut.

Wingi sonten bar Maghrib niko, wingi sonten (kemarin sore setelah Maghrib, kemarin sore). Sak derenge niku (sebelum itu kejadian),” kata Senam, Senin (30/3).

Setelah itu, Farizal menurut Senam tak bisa lagi dihubungi.

Ketika momen dia bertelepon dengan putranya itu tak banyak hal yang dibahas. Namun, Farizal sempat berujar sinyal ponsel ayahnya jelek.

Mboten (tidak) menyampaikan apa-apa. Sinyalmu elek yo, Pak? Mung ngenten niku sampun (sinyalmu jelek ya, Pak? Sudah cuma itu sudah),” katanya.

Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma yang melayat ke rumah duka mengatakan pihaknya masih terus berkomunikasi terkait pemulangan almarhum.

Diharapkan jenazah almarhum bisa segera sampai ke Tanah Air.

“Saat ini masih tahap menunggu. Insyaallah mudah-mudahan lusa bisa sampai Tanah Air, tapi itu pun kami tetap monitor terkait pemulangan almarhum nantinya,” kata Dyan.

Dyan mengatakan jenazah akan dibawa ke Kulon Progo karena keluarga menghendaki dimakamkan di sini.

“Insyaallah dibawa kemari karena permintaan dari keluarga jenazah mau dimakamkan di sini,” kata Dyan.

Leave a Comment