Totalitas Laura Basuki di film Yohanna, nyetir pick-up di pinggir jurang Sumba hingga belajar gitar

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – Aktris berbakat Laura Basuki kembali membuktikan dedikasinya dalam dunia seni peran lewat film terbaru berjudul Yohanna. Di film ini, Laura dituntut untuk menguasai berbagai keterampilan baru yang ekstrem, mulai dari memetik senar gitar hingga mengendarai mobil pick-up di medan berat Pulau Sumba.

Film arahan sutradara Robby Ertanto ini baru saja membawa kabar membanggakan dengan meraih penghargaan di Riviera International Film Festival, Italia. Namun, di balik apresiasi internasional tersebut, tersimpan cerita perjuangan Laura Basuki yang harus keluar dari zona nyamannya demi menghidupkan karakter seorang biarawati.

Dalam film ini, Laura Basuki memerankan Yohanna, seorang biarawati muda yang berangkat ke Sumba dengan misi mulia: menyalurkan bantuan kemanusiaan. Berbekal niat tulus, ia meminjam sebuah truk untuk mengangkut donasi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun, misi tersebut berubah menjadi krisis ketika truk berisi bantuan itu dicuri. Yohanna terpaksa turun langsung ke lapangan untuk mencarinya kembali.

Dalam proses pencarian tersebut, ia justru berbenturan dengan realitas sosial yang keras dan sistem yang penuh ketidakadilan. Yohanna bertemu dengan anak-anak yang terjebak dalam pekerjaan berbahaya demi bertahan hidup.

Pengalaman pahit ini mengguncang keyakinan dan identitasnya sebagai biarawati, membawanya pada perjalanan batin untuk menemukan makna sejati dari iman, pengorbanan, dan kemanusiaan.

Adrenalin di Pinggir Jurang

Sesuai dengan jalan ceritanya yang mengharuskan Yohanna mencari truk yang hilang, Laura Basuki harus melakukan adegan yang memicu adrenalin. Ia benar-benar mengendarai mobil pick-up sendiri di jalanan Sumba yang berkelok dan bersisihan langsung dengan jurang.

“Nyetir mobil pick-up seru banget karena kalau bukan di film ini, kapan lagi aku nyetir di Sumba yang indah, walaupun jalanan di pinggirnya jurang tapi kayak adrenalin banget,” ujar Laura Basuki saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/4/2026).

Saking tegangnya, Laura sempat meminta lawan mainnya untuk waspada.

“Aku sampai bilang sama Iku (aktor lawan main) di sebelah aku, ‘Iku pakai seatbelt ya, maaf-maaf ya’. Tapi ternyata seru banget,” tambahnya sambil tertawa.

Sinopsis Drama China The Dark Romance, Kisah Ibu Tunggal yang Terjebak Manipulasi Emosional dan Pengkhianatan

 

Selain menyetir, Laura juga harus mempelajari instrumen musik gitar untuk memperdalam karakter religiusnya.

Kisah Yohanna yang menyaksikan penderitaan anak-anak di Sumba ternyata juga dirasakan langsung oleh Laura selama proses syuting. Baginya, film ini membuka matanya terhadap sisi lain Indonesia yang jarang terekspos.

“Membuka kacamata aku melihat bagaimana realita di Sumba. Bagaimana anak-anak di sana ada yang terpaksa bekerja sampai nggak sekolah, terlibat joki kuda, dan segala macam. Aku melihat sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya,” kata peraih perak di Berlin International Film Festival ini.

Sutradara Robby Ertanto mengungkapkan bahwa pemilihan Laura Basuki didasari oleh kebutuhan akan aktor yang memiliki efisiensi tinggi. Karena berstatus film independen (indie), proses produksi hanya memakan waktu 10 hari.

“Kita butuh aktor yang benar-benar berkualitas karena syuting kita cuma 10 hari. Setelah kita lihat, cuma Laura Basuki yang bisa mainin semua karakter up and down-nya Yohanna ini,” ungkap Robby.

Meski mengangkat tema yang bersinggungan dengan iman Katolik, Laura menegaskan bahwa pesan dalam film ini sangat universal, tentang seseorang yang menemukan kembali tujuan hidupnya setelah melihat kejujuran dan ketulusan dari sekitarnya.

Setelah melanglang buana di festival film internasional seperti Rotterdam hingga Italia, film Yohanna akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026 mendatang. (*)

Leave a Comment