Kemlu: Temuan awal PBB soal UNIFIL harus diusut tuntas

Photo of author

By AdminTekno

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons temuan awal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi UNIFIL di Lebanon selatan.

Plt Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu RI, Veronica Vicka Rompis, mengatakan PBB telah menyampaikan hasil investigasi awal kepada pemerintah Indonesia.

“Memang betul pada tanggal 6 April, United Nations Department of Peace Operations atau UNDPO telah menyampaikan kepada pemerintah Indonesia mengenai hasil investigasi awal atau preliminary findings,” kata Vicka dalam press briefing di kantor Kemlu, Jakarta, Rabu (8/4).

Ia menegaskan Indonesia telah mencatat temuan awal tersebut dan meminta agar proses investigasi dilanjutkan secara menyeluruh.

“Pemerintah Indonesia telah mencatat hasil investigasi tersebut dan meminta agar PBB dapat menuntaskan investigasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Sebagai respons, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono juga telah menjalin komunikasi langsung dengan Menlu Lebanon dan Sekretaris Jenderal PBB sejak 30 Maret lalu untuk mendorong investigasi yang transparan serta memastikan perlindungan maksimal bagi personel UNIFIL.

Langkah diplomasi turut diperkuat melalui Perwakilan Tetap RI di New York, termasuk pertemuan dengan Sekjen PBB dan pejabat tinggi urusan operasi perdamaian, serta dorongan bersama Prancis di Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menggelar pertemuan darurat.

“Indonesia bersama Perancis sebagai penholder atau pemegang isu UNIFIL di Dewan Keamanan PBB juga berhasil mendorong diselenggarakannya emergency meeting di DK PBB pada tanggal 31 Maret dan mendorong adopsi pernyataan pers Dewan Keamanan yang mengutuk serangan terhadap personel Indonesia di UNIFIL” ungkap Vicka.

DK PBB pun memberi pernyataan resmi, mengecam serangan terhadap pasukan Indonesia, disertai surat pemerintah RI kepada pimpinan DK PBB dan Sekjen PBB yang menuntut langkah konkret atas insiden tersebut.

Menurut Vicka, Indonesia juga mendesak agar seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut dapat diselidiki dan dimintai pertanggungjawaban.

“Pemerintah Indonesia telah mendesak agar semua pihak terkait dapat menyelidiki dan juga mengadili para pelaku serta memastikan akuntabilitas,” tegasnya.

Mengingat proses ini masih dalam tahap awal, Vicka menegaskan bahwa pemerintah memantau ketat perkembangan laporan penuhnya.

Ia menambahkan, jika hasil investigasi penuh nantinya mengonfirmasi temuan awal, Indonesia akan mengambil sikap tegas secara diplomatik terhadap pihak yang bertanggung jawab.

“Apabila hasil investigasi penuh mengonfirmasi hasil temuan dari investigasi awal ini, maka pemerintah Indonesia akan mengutuk keras,” tutupnya.

Sebelumnya, investigator PBB pada Selasa (7/4) mengumumkan temuan awal adanya indikasi kuat tembakan tank Israel dan peledak (IED) Hizbullah yang menyebabkan gugurnya 3 prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL.

Ketiga jenazah prajurit itu telah dipulangkan ke Tanah Air dan dimakamkan di tiga tempat berbeda pada Minggu (5/4).

Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Serka (Anm) M. Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo, Magelang. Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.

Leave a Comment