Mendagri usul dana otsus Aceh diperpanjang: Pemulihan bencana perlu 3 tahun

Photo of author

By AdminTekno

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengusulkan perpanjangan dana otonomi khusus (otsus) untuk Aceh. Ia menilai kebutuhan tersebut semakin mendesak karena pemulihan dampak bencana di wilayah itu diperkirakan memakan waktu hingga tiga tahun, sementara dana otsus Aceh direncanakan berakhir pada 2027.

Hal itu disampaikan Tito dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senin (13/4). Ia menyebut permintaan perpanjangan otsus juga datang dari pemerintah daerah Aceh yang menilai kondisi sosial-ekonomi masih tertinggal.

“Memang ada dalam kunjungan-kunjungan dan juga menerima delegasi dari Aceh, selalu menyampaikan meminta agar, karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional dan Sumatera, pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, masih perlu, mereka masih memerlukan dana otonomi khusus,” ucap Tito.

“Dan mengusul ya, mungkin melihat dari Papua, bertambah 2,25% sampai tahun 2040 ya, 41 ya? Dan kemudian mereka juga mengharapkan Otsus ini diperpanjang dan dananya, besarannya juga ya kalau enggak bisa sama seperti Papua 2,25% kembali ke 2%. Itu permintaannya dari teman-teman di sana,” tambahnya.

Bencana Terjadi Berulang

Tito menilai kebutuhan perpanjangan otsus semakin relevan karena bencana yang terjadi berulang di sejumlah wilayah Aceh.

“Meskipun di tengah-tengah perbaikan dari berbagai sekolah yang rusak, lumpur dan lain-lain, pimpinan kami sampaikan bahwa enggak mudah karena bulan lalu juga banjir lagi. Yang sudah dibersihkan di Pidie Jaya banjir lagi. Di Tapanuli Tengah sudah bersih banjir lagi, kemudian mengungsi lagi,” ujarnya.

Ia juga menyebut kejadian longsor dan banjir kembali terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Dan kemarin minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat, jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini. Kemudian juga dua hari yang lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupati-nya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana. Padahal sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ya. Inilah situasi lapangan,” kata Tito.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pemulihan semakin panjang karena infrastruktur yang sudah dibuka kembali rusak.

“Jalan yang putus lagi padahal sudah dibuka. Ini sekarang sedang kerja keras semua dari TNI, Polri, kemudian Kementerian PU, BNPB semua sedang bekerja untuk melakukan normalisasi kembali,” ujarnya.

Pemulihan Diperkirakan 3 Tahun

Tito memperkirakan pemulihan penuh membutuhkan waktu cukup lama mengingat skala kerusakan yang luas.

“Tapi jujur bahwa apa untuk melakukan pemulihan ini paling cepat menurut saya adalah tiga tahun. Karena jumlah jembatan yang harus dipermanenkan, jalan-jalan yang harus dipermanenkan yang sementara, kemudian juga fasilitas pendidikan jumlahnya lebih dari 4.000 yang terdampak,” katanya.

Ia menambahkan, pemulihan juga mencakup puluhan ribu rumah warga serta normalisasi puluhan sungai. Karena itu, menurutnya, perpanjangan dana otsus dapat menjadi salah satu pendorong percepatan pemulihan.

“Nah ini mungkin sambil itu juga mungkin salah satu pendorong kalau menurut kami perlu adanya dana Otsus ini diperpanjang di Aceh dan kalau memang kemampuan fiskal negara memungkinkan, mungkin dikembalikan ke 2%, saran kami,” ujar Tito.

Leave a Comment