
Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4). Berdasarkan siaran langsung dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di istana dan langsung disambut Putin dengan jabat tangan hangat.
Dalam sambutan pembukaannya, Putin menyebut Prabowo sebagai teman yang dihormati sekaligus menyampaikan terima kasih atas kesediaan Prabowo memenuhi undangannya.
“Yang Mulia Bapak Presiden, teman yang kami muliakan. Pertama, izinkan saya menyampaikan terima kasih yang paling tulus atas kesediaan Yang Mulia menerima undangan kami dan berkunjung ke Moskow,” kata Putin.
Putin mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran Prabowo dan menyebut hubungan kedua pemimpin terjalin secara intens dan berbobot.
“Sahabatku yang baik, sekali lagi saya ingin menyampaikan bahwa saya sangat senang. Kontak kami diadakan secara reguler dan memiliki substansi yang cukup berbobot,” ujarnya.
Prabowo didampingi sejumlah pejabat dalam kunjungan ini, di antaranya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Luar Negeri Sugiono.
Prabowo Ucapkan Selamat Paskah-Hari Kosmont ke Putin: Banyak Nama Gagarin di RI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas perayaan Hari Paskah dan Hari Kosmonautika dalam pertemuan bilateral di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4).
“Saya ucapkan selamat bahwa baru saja Yang Mulia dan seluruh umat Rusia menghormati hari penting, Hari Paskah. Juga saya tahu bahwa beberapa hari yang lalu — kalau tidak salah kemarin, 12 April — adalah Hari Kosmonot bagi Rusia yang juga sangat besar pengaruhnya di dunia,” kata Prabowo.
Banyak Orang Indonesia Bernama Gagarin dan Yuri
Prabowo bahkan sempat bercanda soal pengaruh program luar angkasa Rusia di Indonesia. Menurutnya, banyak masyarakat Indonesia yang memberi nama anaknya Yuri dan Gagarin untuk mengenang kosmonaut legendaris asal Rusia itu.
“Banyak orang Indonesia diberi nama Gagarin, diberi nama Yuri — banyak,” ujarnya disambut suasana hangat.
Selain menyampaikan ucapan selamat, Prabowo menegaskan tujuan utama kunjungannya ke Rusia adalah untuk berdiskusi mengenai dinamika geopolitik global yang terus berkembang dengan cepat.
“Yang Mulia, saya datang untuk berkonsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” pungkasnya.
Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Putin soal Dukungan Masuk BRICS

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas dukungan terhadap Indonesia. Apresiasi disampaikan salah satunya atas dukungan dalam proses bergabungnya Indonesia dengan kelompok ekonomi BRICS.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pertemuan bilateral dengan Putin di Istana Kremlin, Rusia, Senin (13/4).
“Maksud dan tujuan saya hari ini intinya adalah mengucapkan terima kasih kepada Presiden Putin, pemerintah Rusia atas dukungan Rusia kepada Indonesia. Pertama kami diterima begitu cepat di BRICS,” ujar Prabowo.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh Presiden Putin di tengah kesibukannya.
“Terima kasih Yang Mulia Presiden Putin, saya yang terima kasih karena saya diterima dengan permintaan yang begitu singkat tapi di tengah kesibukan Yang Mulia, Yang Mulia bisa menerima saya. Saya sangat terima kasih,” katanya.
Selain itu, Prabowo juga mengucapkan terima kasih atas berbagai dukungan penting dari Putin untuk Indonesia. Ia menegaskan akan mengontrol langsung beberapa hal yang perlu dipercepat.
Seskab: Prabowo-Putin Bertemu 5 Jam, Sepakat Kerja Sama Energi hingga Pendidikan

Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, mengatakan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin berlangsung selama 5 jam.
“Pertemuan kedua pemimpin berlangsung selama 5 jam. Diawali 2 jam pertemuan bilateral, dilanjutkan dengan 3 jam pertemuan tertutup empat mata antara kedua pemimpin,” kata Teddy lewat akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (13/4).
Dalam pertemuan itu, Teddy mengatakan, ada sejumlah kesepakatan yang berhasil dicapai. Salah satunya adalah kesepakatan di bidang energi.
“Peningkatan kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy
Selain itu, ada kesepakatan terkait kelanjutan beberapa kerja sama pada bidang pendidikan, teknologi, pertanian, hingga investasi pada pembangunan industri di Indonesia.
“Kita ketahui bahwa posisi Rusia sangat strategis di dunia global. Selain sebagai salah satu negara pemegang hak veto PBB dan pendiri BRICS. Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia yang mempunyai sumber daya alam terbesar di dunia,” ucap Teddy.