
Polda Jawa Tengah menurunkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengusut kecelakaan lalu lintas yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan sebuah mobil di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (1/5).
Kecelakaan terjadi saat kendaraan melintasi perlintasan kereta api tanpa penjagaan, bersamaan dengan melintasnya kereta dari arah barat.
Imbas kejadian itu, 5 orang tewas. Seluruh korban merupakan satu keluarga yang berada dalam kendaraan Toyota Avanza yang memuat 9 orang penumpang (7 dewasa dan 2 anak-anak).
Olah TKP dengan 3D Scanner
Ditlantas Polda Jawa Tengah bersama Satlantas Polres Grobogan telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh pada Sabtu (2/5).
Selain pendataan saksi dan dokumentasi barang bukti, petugas juga melakukan pemindaian lokasi menggunakan teknologi TAA berbasis 3D scanner untuk merekam kondisi TKP secara presisi.

Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Pratama Adhyasastra menjelaskan penggunaan teknologi tersebut memungkinkan proses analisis dilakukan secara ilmiah dan akurat.
“Melalui teknologi TAA 3D Scanner, kami dapat merekonstruksi secara detail posisi kendaraan, titik benturan, serta kondisi di lokasi kejadian. Hal ini membantu penyidik dalam menganalisis penyebab kecelakaan secara lebih presisi dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” kata Adhyasastra dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Selain olah TKP, petugas juga berkoordinasi dengan penyidik Satlantas Polres Grobogan guna memastikan proses penanganan berjalan cepat, transparan, dan sesuai prosedur.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto prihatinan atas peristiwa tersebut. Ia mengimbau masyarakat lebih waspada saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang tidak dilengkapi palang pintu dan penjagaan.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” kata Artanto.


“Kami mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat hendak melewati perlentasan kereta api. Lebih baik berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas,” tambah dia.
Ia juga menegaskan Polri akan terus hadir tidak hanya dalam penanganan kejadian, tetapi juga dalam upaya edukasi dan pencegahan guna meminimalkan peristiwa serupa di masa mendatang.