Kita Tekno DENPASAR – SETELAH kemenangan gemilang 1-0 atas China di laga pembuka, tim nasional U-17 Indonesia menghadapi duel krusial melawan Qatar di laga kedua Grup B Piala Asia U-17 di Stadion Latihan King Abdullah Sports City (Lapangan A) pada Sabtu 9 Mei 2026, pukul 23.30 WIB.
Ini adalah pertandingan yang sangat penting. Kemenangan di laga ini tidak hanya akan menempatkan Indonesia di babak Perempat final Piala Asia tapi juga menjadi pintu gerbang menuju ke Piala Dunia U17.
Delapan tim teratas turnamen ini akan lolos otomatis ke Piala Dunia U-17 FIFA 2026 yang akan digelar di Qatar sebagai perwakilan AFC.
Tim Indonesia U17 sedang dalam gelombang kepercayaan diri dan ingin membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan baru dalam sepak bola usia muda Asia.
Indonesia datang ke laga ini dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan 1-0 atas China, yang dipastikan lewat gol Keanu Sanjaya, telah mengubah peta kekuatan grup.
Tiga poin penting tersebut menempatkan skuad Garuda Muda di posisi kedua klasemen, hanya kalah selisih gol dari Jepang yang di laga lain membekuk Qatar 3-1.
“Kemenangan perdana adalah kunci kepercayaan diri. Namun, saya tegaskan kepada pemain, pekerjaan belum selesai. Masih ada Qatar dan Jepang. Kami ingin lolos, dan kami harus menang,” ujar Kurniawan Dwi Yulianto, sang arsitek timnas U17.
Pelatih yang akrab disapa Si Kurus ini tidak ingin terbuai.
Kurniawan, yang dikenal dengan pendekatan taktis nan disiplin, mengaku sudah membedah gaya permainan Qatar.
“Kami sudah mengevaluasi cara bermain Qatar. Cara bermain mereka kurang lebih seperti China. Mereka mengandalkan serangan dari sayap dan kerap bermain switch play (perpindahan bola cepat),” kata Kurniawan.
Melihat pola tersebut, lini belakang Indonesia yang digalang Mathew Baker, yang tampil solid melawan China, diharapkan kembali tampil Spartan.
Disiplin posisi dan transisi yang cepat akan menjadi kunci untuk meredam kecepatan pemain sayap Qatar.
Dalam duel ini, Indonesia diprediksi akan bermain lebih taktis, membiarkan Qatar menguasai bola dan mengandalkan serangan balik cepat—skema yang terbukti ampuh membongkar pertahanan China.
Jika bisa mengatasi Qatar, peluang besar bagi Indonesia untuk lolos perempat final, jika skenario ini terwujud, Indonesia akan mengumpulkan 6 poin dan dipastikan lolos ke fase gugur, sekaligus melangkah ke Piala Dunia U-17 2026, terlepas dari hasil laga terakhir melawan Jepang.
Laga kedua skuad Garuda Muda setelah memenangkan pertandingan atas China untuk menjaga peluang lolos ke perempat final sekaligus menyegel tiket Piala Dunia U17 2026 pada November mendatang.
Jika berhasil mengalahkan Qatar, dan pada waktu bersamaan Jepang menang atas China, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu dipastikan lolos penyisihan Grup B Piala Asia U17.
Hal itu dikarenakan Timnas Indonesia dan Jepang sama-sama mengoleksi enam poin, sementara Qatar dan China kalah dua pertandingan.
Di laga pamungkas, Timnas Indonesia akan menghadapi Jepang sebagai penentuan juara grup. Skenario tersebut adalah harapan. Masih ada 2×45 menit melawan Qatar yang harus dilalui Mathew Baker dan kolega.
Pemain kelahiran Melbourne pada 13 Mei 2009 itu mengungkapkan, ada kepercayaan diri yang melekat dalam diri skuad Garuda Muda bahwa mereka dapat bersaing mendapatkan tiket Piala Dunia U17 2026.
Menurutnya, tim asuhan Kurniawan Dwi mampu menguasai permainan, disiplin, dan memberikan tekanan saat tidak menguasai bola.
Hal itu tercermin dalam pertandingan pertama melawan China, meskipun ada beberapa aspek yang tidak berjalan dengan baik, namun dengan disiplin, kesabaran, dan kerja sama mereka dapat momentum untuk mencetak gol.
“Kami memiliki kemampuan untuk menguasai permainan dengan bola dan menciptakan peluang, serta tetap disiplin dan berani menekan saat tidak menguasai bola,” ungkap Mathew Baker kepada FIFA.
“Itu menjadi fondasi kami. Ditambah dengan kerja keras, kebersamaan, dan kepercayaan diri yang tinggi,” sambungnya.
Berbekal aspek di atas, Mathew Baker percaya bahwa Timnas Indonesia mmiliki peluang untuk lolos ke Piala Dunia U17 2026.
Pemain yang menjadikan Jay Idzes sebagai teladan itu menilai timnya sangat solid untuk saat ini.
Antar pemain fokus dan saling mendukung satu sama lainnya sehingga komunikasi dan chemistry itu dapat terjalin dengan baik.
“Tim ini sangat solid. Tekanan memang selalu ada, tetapi kami fokus pada tugas masing-masing dan saling mendukung satu sama lain,” bebernya.
“Yang terpenting adalah menjaga momentum perkembangan yang sudah ada,” tambahnya.
Bicara soal panutan dari tim senior Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Justin Hubner adalah teladannya, dan ia menilai ada kemiripan dari visi bermain.
“Gaya bermain saya mirip mereka, terutama sebagai bek yang tenang dalam menguasai bola dan kuat dalam bertahan,” katanya.
“Saya juga sering dibandingkan dengan Justin Hubner karena gaya bermain yang berani.”
Pemain diaspora yang bermain di Melbourne City itu yakin, jika Timnas Indonesia berada dalam performa terbaik untuk ajang ini, mereka bisa menandingi tim mana pun di Asia.
“Setiap pertandingan akan menghadirkan tantangan yang berbeda, dan kami harus mampu mengatasinya,” ungkapnya.
“Pada saat yang sama, saya percaya jika kami bermain dalam performa terbaik, kami bisa menandingi tim mana pun di Asia,” tegasnya.
Untuk diketahui, Piala Dunia U17 2026 akan berlangsung pada bulan November di Qatar.
Tim yang berhasil lolos ke babak perempat final Piala Asia U17 akan mendapatkan tiket Piala Dunia U17 2026. (Tribunnews/mba/Sina)

Kumpulan Artikel Bali