
Kita Tekno – , JAKARTA — Garudayaksa FC keluar sebagai juara Pegadaian Championships 2025/2026 setelah menundukkan PSS Sleman melalui drama adu penalti 4-3 pada laga final di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (9/5/2026) setelah di waktu normal dan tambahan waktu 2×15 menit bermain imbang 2-2.
Pertandingan berlangsung dramatis. Garudayaksa sempat unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama, namun PSS bangkit dan memaksakan skor imbang 2-2 hingga waktu normal berakhir berkat dua gol Gustavo Tocantins.
Meski menjadi pahlawan kebangkitan Super Elang Jawa, Tocantins justru menjadi sosok yang paling terpukul di akhir laga. Tendangan penalti pemain asal Brasil itu sebagai eksekutor kelima berhasil digagalkan kiper Garudayaksa, Yoewanto Beny, sehingga memastikan trofi jatuh ke tangan tim tamu.
Didukung lebih dari 16 ribu suporter, PSS sebenarnya tampil dominan sejak menit awal dengan menguasai ritme permainan. Namun Garudayaksa tampil efektif lewat serangan balik cepat.
Kebuntuan pecah pada menit ke-22 melalui aksi Alfin Kelilauw. Memanfaatkan umpan lambung matang, pemain muda itu memenangi duel udara sebelum menaklukkan Ega Rizky lewat sundulan tajam.
Garudayaksa menggandakan keunggulan pada menit ke-35 setelah Christian Frydek dijatuhkan oleh kapten PSS Fachruddin Aryanto di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih usai meninjau VAR.
Everton Nascimento yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk membawa Garudayaksa unggul 2-0.
PSS baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-61. Berawal dari kombinasi apik Riko Simanjuntak dan Samuel, bola kemudian diselesaikan Tocantins menjadi gol.
Drama terjadi pada masa injury time. Tepat pada menit 90+3, Tocantins kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Tendangan kerasnya yang memantul ke tanah gagal diantisipasi kiper Garudayaksa dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Pada extra time, kedua tim saling menyerang demi mencari gol kemenangan. Namun hingga 2×15 menit berakhir, skor tetap imbang sehingga juara harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, Garudayaksa tampil lebih tenang. Meski penendang pertama mereka gagal, eksekutor berikutnya mampu menjalankan tugas dengan baik. Sebaliknya, PSS kehilangan momentum setelah tendangan Kevin Gomes ditepis kiper sebelum kegagalan Tocantins memastikan kemenangan Garudayaksa 4-3.
Penendang penalti:
Garudayaksa
1. Everton tendangan gagal melambung 0-0
2. Mandacinggi berhasil 1-1
3. Frydek berhasil mengecoh 2-1
4. Debol berhasil 3-2
5. Taufik Hidayat berhasil 4-3
PSS Sleman
1. Junior Halo berhasil 1-0
2. Kevin Gomes gagal, tendangan kaki kirinya ditepis kiper 1-1
3. Mofu berhasil 2-2
4. Alfareza berhasil 3-3
5. Tocantis gagal 3-4 tendangannya di gagalkan Beny
Tocantins selepas laga menyatakan kecewa berat, percuma dua gol yang dibuat tetapi gagal di eksekusi penalti. Pemain asal Brasil ini pun yakin PSS Sleman di Liga 1 nanti bisa bersaing baik dengan dirinya kalau kontrakannya diperpanjang ataupun tanpa dirinya.
Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Garudayaksa setelah menunjukkan mental kuat sepanjang partai final yang berlangsung penuh tekanan di kandang lawan.