‘Saya sembunyi dari sengatan dinding yang terbakar’ – Kesaksian korban selamat kebakaran resor ski di Swiss yang menewaskan 40 orang

Photo of author

By AdminTekno

Orang-orang masih mencari kepastian nasib keluarga atau kerabatnya yang diyakini berada di sebuah resor ski di Swiss yang terbakar pada malam Tahun Baru. Sedikitnya 40 orang tewas dan 115 lainnya terluka akibat kebakaran tersebut.

Kemungkinan dibutuhkan beberapa hari atau bahkan lebih dari sepekan untuk mengidentifikasi semua orang yang tewas.

Sebanyak 60 orang dirawat di Rumah Sakit Sion, dan lebih banyak lagi yang dirawat di rumah sakit lainnya.

Sebagian mereka dilaporkan dalam kondisi kritis.

Presiden Swiss, Guy Parmelin, mengatakan kebakaran itu adalah “salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara kita”.

Beberapa saksi mata menduga “lilin ulang tahun” di atas botol sampanye sebagai penyebab terjadinya kebakaran di langit-langit.

Ketika ditanya oleh wartawan tentang kepastian penyebab kebakaran, seprang pejabat Swiss mengatakan sejauh ini tidak dapat mengkonfirmasinya.

Kejadian ini telah ditetapkan sebagai kasus kebakaran dan “tidak ada kemungkinan” adanya serangan, kata kepala jaksa wilayah tersebut.

Kebakaran terjadi di sebuah bar bernama Le Constellation di resort Crans-Montana di wilayah Barat Daya Swiss.

Berikut beberapa hal yang diketahui tentang kebakaran tersebut:

‘Saya sembunyi dari sengatan dinding yang terbakar’ – kesaksian korban selamat

“Saya pikir adik laki-laki saya ada di dalam, jadi saya datang dan mencoba memecahkan jendela untuk menyelamatkan orang-orang, dan setelah itu saya masuk,” kata seorang saksi mata.

Pria berusia 18 tahun itu, yang tidak mau menyebutkan namanya, berbicara kepada BBC setelah api melalap sebuah resor Crans-Montana di Swiss.

Api dengan cepat mengubah malam perayaan Tahun Baru itu menjadi mimpi buruk.

Saksi tersebut berkata bahwa dia berada di dekat bar ketika mendengar ledakan, diikuti oleh kepulan asap.

Saat orang lain berusaha melarikan diri, dia justru masuk ke dalam, mencari saudaranya.

Setelah masuk ke dalam, dia menggambarkan pemandangan yang mengerikan.

“Saya melihat orang-orang terbakar… Saya menemukan orang-orang terbakar dari kepala hingga kaki, tanpa sehelai pakaian,” katanya, seraya menambahkan: “Itu sangat mengejutkan.” Saudaranya sendiri tidak terluka.

“Saya pergi ke bar ini setiap hari minggu ini. Saya tidak ke sana, dan bar itu terbakar,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran dan paramedis dengan cepat mengambil alih, katanya,

Namun dia mencoba membantu sebisa mungkin, menawarkan air dan pakaian kepada para korban luka.

Beberapa menit sebelumnya, warga setempat dan para wisatawan merayakan malam tahun baru 2026.

Ini adalah salah satu periode liburan tersibuk di resor tersebut.

Adapun Le Constellation adalah bar berukuran besar dengan kapasitas sekitar 300 orang.

Bangunan bar itu memiliki dua lantai dan teras.

Tidak diketahui berapa banyak orang yang berada di dalamnya saat itu.

Dua perempuan Prancis, Emma dan Albane, mengatakan kepada media Prancis BFMTV bahwa mereka berada di dalam ketika awal mula kebakaran.

Mereka mengaku kebakaran dimulai ketika seorang pelayan meletakkan “lilin ulang tahun” di atas beberapa botol sampanye.

“Dalam hitungan detik, seluruh langit-langit terbakar. Semuanya terbuat dari kayu,” kata mereka, seraya menambahkan bahwa api “mulai menjalar dengan sangat cepat”.

Proses evakuasi “sangat sulit,” ungkap Emma dan Albane.

Karena jalur keluar dari ruangan tempat mereka berada “sempit” dan tangga menuju ke luar “bahkan lebih sempit”.

“Kami sangat beruntung,” tambah mereka.

Mereka menduga ada “sekitar 200 orang yang mencoba keluar dalam waktu 30 detik melalui beberapa anak tangga yang sangat sempit”.

Seorang remaja lain yang berada di dalam bar tersebut mengatakan kepada BBC bagaimana ia terpaksa bersembunyi dari sengatan “dinding yang terbakar” sebelum berhasil melarikan diri melalui tangga.

Namun, dia mengaku tidak bisa keluar, sehingga mencoba memecahkan jendela dengan meja.

Tetapi baru setelah menggunakan kakinya untuk menghancurkan kaca, dia berhasil keluar

Unit perawatan intensif di rumah sakit terdekat dengan cepat dipenuhi korban luka-luka.

Sejumlah korban lainnya telah dilarikan ke tempat lain guna mendapat perawatan, termasuk ke kota Milan, Italia, negara tetangga Swiss.

Di antara mereka yang mendengar tragedi itu adalah Oleh Paska, yang tengah mengunjungi Crans-Montana bersama istri dan anaknya.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa mereka baru saja merayakan Tahun Baru di kamar hotel mereka sekitar 50 meter dari bar tersebut.

Ketika mereka mendengar serangkaian ledakan, mereka awalnya mengira itu bunyi petasan.

Mereka mendengar seseorang menangis di luar bar, tetapi awalnya mengira telah terjadi perkelahian.

Baru ketika melihat kehadiran mobil ambulans, polisi dan pemadam kebakaran yang mulai berdatangan, dengan “berbagai jenis sirene”, mereka menyadari ada sesuatu yang salah.

Daniella, dari Milan, yang memiliki rumah liburan di jalan yang sejajar dengan bar, juga menyaksikan kengerian.

Saat berjalan pulang bersama suaminya dari makan malam, dia mulai mencium bau asap di dekat bar dan melihat sebuah jaket yang terbakar di jalanan.

“Orang-orang berlarian ke segala arah, berteriak dan menangis. Saya melihat beberapa orang dibawa keluar dengan tandu,” katanya kepada BBC.

“Seorang pemuda menghampiri saya dan berkata dia telah melihat neraka, yang tidak akan pernah dia lupakan. Dan kemudian saya hanya membeku.”

Setelah kembali ke apartemennya, dia mengatakan mereka dapat “mendengar teriakan sepanjang malam. Itu mengerikan”.

Seorang mahasiswa, yang tidak ingin disebutkan namanya, tiba di bar bersama temannya ketika “orang-orang mulai berlarian keluar, dan ada yang terbakar”.

Seraya ingin membantu, mahasiswa itu mengatakan kepada BBC bahwa dia bergegas ke restoran terdekat, di mana pimpinannya telah membawa beberapa korban luka untuk menawarkan air kepada mereka sampai ambulans tiba.

“Semuanya kesakitan,” kata salah satu dari mereka kepada mahasiswa itu.

“Beberapa dari mereka hanya berteriak. Hanya berteriak. Tidak ada yang lain. Beberapa dari mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka hanya berbaring di jalanan.”

Suasana syok menyelimuti kota itu pada Kamis, setelah kekacauan dan tragedi yang terjadi semalam.

Duta Besar Italia untuk Swiss mengatakan bahwa mungkin butuh waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi semua korban, dengan menteri luar negeri negara itu mengatakan identifikasi akan sulit karena luka bakar yang parah.

Untuk saat ini, teman dan kerabat dengan cemas menunggu kabar tentang orang-orang terkasih mereka.

Seorang pria Italia mengatakan salah satu temannya berada dalam bar saat “kebakaran terjadi”, sementara yang lain dibawa ke Zurich dengan helikopter.

“Teman kami yang lain… tadi malam kami tidak mendapat kabar, dia tidak dapat ditemukan,” katanya kepada lembaga penyiaram publik Italia Rai News.

“Saya dan teman-teman, tidak tidur semalaman, kami bahkan kehilangan selera makan,” tambahnya.

Apa yang kita ketahui tentang para korban?

Pada jumpa pers Kamis sore, polisi mengatakan sedikitnya 40 orang tewas dalam kebakaran tersebut dan 115 orang terluka, dan banyak di antaranya luka parah.

Para korban luka telah dilarikan ke rumah sakit di seluruh Swiss. Unit perawatan luka bakar di Milan, Italia, juga telah disiapkan.

Direktur Rumah Sakit Universitas Lausanne mengatakan kepada sebuah surat kabar Swiss bahwa 22 orang pasien telah dipindahkan ke rumah sakit lainnya.

Disebutkan puluhan korban luka itu sebagian besar berusia 16-26 tahun.

Saat ini sedang berlangsung proses identifikasi para korban dan mengembalikan jenazah kepada keluarga secepat mungkin, kata kepala jaksa wilayah, Beatrice Pilloud.

Namun, duta besar Italia untuk Swiss memperingatkan bahwa mungkin dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi para korban tewas.

Sebelumnya, menteri luar negeri Italia mengatakan identifikasi akan sulit karena luka bakar yang parah.

Diyakini ada beberapa korban meninggal dan luka-luka terdiri dari berbagai warga negara.

Kementerian Luar Negeri Italia telah mengatakan kepada BBC bahwa 16 warga negara Italia saat ini hilang, dan antara 12 dan 15 lainnya sedang dirawat di rumah sakit.

Tiga warga negara Italia, seorang perempuan berusia dua puluhan dan dua anak laki-laki di bawah 16 tahun, telah dibawa ke Milan untuk dirawat di unit luka bakar berat Rumah Sakit (RS) Niguarda, kata anggota dewan setempat Guido Bertolaso.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan delapan warganya hilang dan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan bahwa warga negara Prancis termasuk di antara korban tewas.

Media Prancis sebelumnya melaporkan bahwa setidaknya dua dari korban luka-luka adalah warga negara Prancis.

Klub sepak bola Prancis FC Metz mengatakan salah satu pemain mudanya “mengalami luka bakar parah” dalam kebakaran tersebut.

Tahirys Dos Santos, 19 tahun, telah diterbangkan ke rumah sakit di Jerman untuk perawatan, kata klub itu dalam sebuah pernyataan.

Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis “siap memberikan bantuan apa pun” dan bahwa orang-orang yang terluka dalam kebakaran tersebut dipersilakan untuk dirawat di rumah sakit Prancis.

Uni Eropa juga memberikan bantuan medis kepada para korban, kata pimpinannya, Ursula von der Leyen.

Apa penyebab kebakaran?

Penyebab kebakaran saat ini belum diketahui, tetapi pihak berwenang mengatakan bukti awal tidak menunjukkan adanya serangan.

Ditanya tentang laporan sebelumnya mengenai bunyi ledakan, pejabat keamanan regional Stéphane Ganzer mengatakan bahwa “bukan ledakan alat peledak yang menyebabkan kebakaran”.

Melainkan, “api yang, saat berkembang, menyebabkan ledakan dan kebakaran besar di seluruh bangunan”.

Dua warga negara Prancis mengatakan, mereka berada di bar pada saat itu, dan menyaksikan seorang pelayan meletakkan lilin ulang tahun di atas botol sampanye.

“Salah satu lilin diletakkan terlalu dekat dengan langit-langit, yang kemudian terbakar. Dalam hitungan detik, seluruh langit-langit terbakar. Semuanya terbuat dari kayu,” kata Emma dan Albane kepada media Prancis BFMTV.

Mereka menggambarkan evakuasi sebagai “sangat sulit” karena jalur evakuasi “sempit” dan tangga untuk keluar “bahkan lebih sempit”.

Dalam jumpa pers pada Kamis, otoritas terkait mengatakan tangga-tangga di dalam bar tampak sempit, tetapi penyelidikan akan menilai apakah tangga-tangga tersebut sesuai aturan atau tidak.

Komandan polisi regional, Frédéric Gisler mengatakan asap pertama kali terlihat keluar dari sebuah bar sekitar pukul 01:30 waktu setempat, dan pada saat itulah layanan darurat dipanggil.

Petugas polisi pertama dengan cepat tiba di lokasi kejadian diikuti oleh pengerahan besar-besaran tim penyelamat, kata Gisler.

Apa yang kita ketahui tentang bar Le Constellation di resor Crans-Montana?

Le Constellation adalah sebuah bar besar di resor ski Crans-Montana. Resor ini sudah lama berdiri.

Bar Le Constellation tidak terlalu mewah, seperti yang dilaporkan wartawan BBC Silvia Costeloe dari resor tersebut.

Di lantai atas, terdapat area dengan layar TV tempat orang-orang menonton laga sepak bola.

Di lantai bawah ada bar berukuran besar, tempat orang-orang kemungkinan besar minum dan berdansa.

Bar ini dapat menampung hingga 300 orang dan memiliki teras kecil, meskipun tidak diketahui berapa banyak orang yang berada di sana pada saat kebakaran terjadi.

Liburan Natal dan Tahun Baru adalah salah satu waktu tersibuk di kawasan itu.

Kemungkinan besar bar dipenuhi warga Swiss dan wisatawan yang merayakan malam tahun baru 2026.

Sebuah video promosi tentang bar Le Constellation yang diunggah di YouTube pada Mei 2024, memperlihatkan para perempuan dengan helm sepeda motor berjalan sambil membawa kembang api dalam botol alkohol di atas kepala mereka.

Keterangan foto, yang ditulis dalam bahasa Prancis, berbunyi: “Le Constellation Crans-Montana menyambut Anda setiap hari dari pukul sembilan pagi hingga duapagi, 365 hari setahun tanpa henti.”

  • Sebanyak 16 orang lanjut usia tewas dalam kebakaran panti jompo di Manado – ‘Terbayang-bayang teman yang tak tertolong’
  • ‘Tidak ada pintu darurat di gedung Terra Drone’ – Bagaimana standar keselamatan gedung di Jakarta?
  • ‘Salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong’ – Total 125 WNI selamat, sembilan tewas, lima belum ditemukan

Leave a Comment