Kita Tekno – Kondisi istri Fiersa Besari usai ditabrak pengemudi lansia, emosi sang penyanyi meledak.
Situasi tak mengenakkan tengah dirasakan penyanyi Fiersa Besari dan keluarga kecilnya.
Istrinya, Aqia Nurfadla ditabrak oleh seorang pengemudi mobil.
Walau tidak dalam kecepatan tinggi, namun insiden itu membuat Aqia sempat dilarikan ke rumah sakit.
Beruntung tak mengalami retak atau patah tulang, namun kaki Aqia harus dipasangi penyangga karena trauma dan bengkak pada otot kakinya.
Kronologi itu dibeberkan jelas oleh Fiersa lewat unggahan story instagramnya, @fiersabesari.
“Hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak atau patah tulang. Jadi tidak perlu rawat inap atau operasi,” tulis Fiersa dikutip di akun @fiersabesari, Minggu (04/1/2026).
“Hanya beberapa hari ke depan kemungkinan akan terjadi pembengkakan akibat trauma pada otot,” imbuhnya.
Meski begitu, Fiersa mengaku masih dibuat geram dengan sikap pelaku yang menabrak sang istri.
Kronologi Istri Fiersa Besari Ditabrak Mobil
Awal mula istri Fiersa Besari ditabrak mobil saat Fiersa dan sang istri berniat liburan ke Yogyakarta menggunakan kereta api. Siapa sangka, setelah sampai di stasiun Gambir, dan turun dari taksi, Aqia bersama manajernya, Ubay berjalan ke arah bagasi untuk menurunkan barang- barang.
Sementara Fiersa menggendong anaknya. Tiba-tiba, dari arah belakang ada mobil yang menabrak Aqia dan manajer.
Kala itu, sang Ubay bisa lepas ke samping, sedangkan Aqia tidak bisa menghindari mobil itu. Fiersa juga menyebut, pengemudi mobil itu diperkirakan berusia sekitar 60-70 tahunan.
“Ubay bisa lepas ke samping, Aqia tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya. Membuat Aqia semakin tergencet,” imbuhnya.
Emosi Fiersa Besari Meledak
Fiersa Besari mengaku kecewa dengan sikap penabrak istrinya. Pasalnya, pria itu seolah meremehkan kondisi kaki istrinya.
Bahkan, pria itu juga dengan mudah mengatakan akan memberi uang Rp200 ribu. Fiersa bahkan mengunggah video saat pria itu memberi uang damai.
“Lebih marah lagi ketika bapak ini meremehkan kondisi dengan bilang ‘paling keseleo,’ terus mau kasih Rp 200.000 untuk damai. Meledak lah saya,” tulis Fiersa.
“Sekarang saya minta maaf, ibu kan cuma keseleo. Ya udah, saya ganti Rp 200,” ujar bapak tersebut.
Pelaku Kena Sanksi
Fiersa mengaku melaporkan pengemudi lansia tersebut ke polisi bukan karena tersinggung soal uang, namun Ia berharap agar pengemudi itu lebih berhati-hati dan tidak mudah meremehkan kondisi orang lain.
“Bagi saya bukan soal uang, ini soal konsekuensi ketika berbuat kesalahan. Di satu sisi, bapak ini sudah sepuh. Di sisi lain, justru karena dia sudah sepuh, jangan sampai ada korban lain akibat kelalaiannya,” imbuh Fiersa.
Kendati begitu, Fiersa tak ingin memperpanjang laporannya. Akhirnya pria tersebut dijatuhkan sanksi tlang dan penahanan STNK.
“Karena akan melibatkan penyitaan kendaraan dan proses kedepannya mungkin harus siap bolak balik. Akhirnya bapak penabrak dijatuhkan sanksi tilang dan penahanan STNK,” tulisnya.
Demikianlah kronologi istri Fiersa Besari ditabrak mobil hingga kaki tergencet.
Cerita Fiersa Besari Bertaruh Nyawa di Puncan Cartenz
Musisi Fiersa Besari akhirnya pulang ke rumah usai menaklukan puncak Carstensz. Ia tiba di rumah dengan selamat pada Selasa (4/3/2025).
Momen Fiersa Besari pulang ke rumah itu diunggah di akun Instagram @kuyentertainment. Di unggahan itu, terekam detik-detik Fiersa saat pulang ke rumah dengan selamat.
Terlihat, Fiersa tampak mengenakan jaket biru dan membawa perlengkapan tas mendaki. Saat tiba di depan rumah ia pun langsung melepas sepatu dan menemui istri dan anaknya.
Bahkan, Fiersa juga memperlihatkan momen saat bertemu dengan putri kecilnya yang baru bangun tidur. Dengan suara lembut, Fiersa menyapa sang putri yang bernama Kinasih Menyusuri Bumi.
“Hai, kaget nggak? Ada yang beda nggak sama bapak” ucap Fiersa.
“Rambut bapak di potong, iya gak papa, model rambut bapak sekarang bagus kok,” ucap putri Fiersa.
Setelah mendaki, Fiersa memutuskan untuk memotong rambutnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk memenuhi nazarnya setelah berhasil menaklukan puncak Cartenz.
Upaya untuk bisa menaklukkan salah satu puncak gunung tertinggi di Indonesia itu memang tidak mudah.
Bahkan tak terpaut jauh dari momen Fiersa mendaki, ada pendaki lain yang meregang nyawa dalam perjalanan ekstrem itu.
Lewat media sosialnya @fiersabesari, musisi yang juga penulis ini mengungkapkan duka cita mendalam atas kepergian Lilie Wijayati dan Elsa Laksono yang meninggal saat mendaki di gunung Cartenz.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayanti Poegiono (Mamak Pendaki) dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga Bu Lilie dan Bu Elsa diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Fiersa Besari.
Bukan itu saja, Fiersa Besari juga menjelaskan insiden yang terjadi saat mendaki di gunung Papua tersebut, termasuk insiden yang menimpa mendiang Lilie Wijayati dan Elsa Laksono.
“Untuk kronologi, saya rasa tidak perlu banyak menjelaskan, karena sudah banyak sumber berita kredibel yang memberikan informasi. Adapun, jika boleh melengkapi informasi, saya tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang. Sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang (beda tour operator),” tulis Fiersa.
“Kemudian, mereka mulai menuju puncak pada Jumat, 28 Februari 2025 “Kami ditemani para pemandu. Selain kami dan para tamu WNA, hari itu (28 Februari 2025) ada juga tamu dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki,” tambah Fiersa.
Fiersa mengaku baru mengetahui tragedi yang menimpa Lilie dan Elsa saat dirinya tiba di basecamp Yellow Valley (YV) usai turun dari puncak. Kala itu Fiersa tiba di Yellow Valley pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT, ia baru mendapat informasi pendaki lainnya pada 1 Maret 2025 sekitar pukul 04.00 WIT.
“Rangkaian tragedi yang menimpa Bu Lilie dan Bu Elsa, juga tiga korban lainnya yang saat itu masih terjebak di area tebing, baru saya dan Furky Syahroni ketahui setelah kami tiba di basecamp YV,” tulis Fiersa lagi.
Saat mendengar tragedi itu, Fiersa mengaku sedih dan kaget. Bersama rekannya, ia bersuaha mengontak korban agar tetap merespon.
Namun, Lilie dan Elsa dikabarkan meninggal dunia. Sedangkan tiga lainnya dikabarkan selamat meski sempat kritis.
Akhir kata, Fiersa berpesan kepada netizen agar menjaga ketikan dan asumsi-asumsi tak berdasar. Ia meminta agar netizen berdoa dan memberi ruang keluarga mendiang untuk berduka.
“Akhir kata, saya berharap kawan-kawan dapat menahan jempolnya untuk mengeluarkan asumsi, teori, apalagi komentar nirempati. Pakai energi untuk berdoa. Beri ruang untuk keluarga dan kerabat yang berpulang untuk berduka. Terima kasih banyak atas perhatiannya. Salam lestari, Fiersa Besari,” tulisnya.

Seperti diketahui, Fiersa Besar Penyanyi Fiersa Besari selamat dalam pendakian Puncak Gunung Carstensz Pyramid, Jumat (28/2/2025). Fiersa telah dievakuasi oleh tim penyelamat dari lokasi pendakian dari Puncak Carstensz ke Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Melansir data yang dihimpun Kompas.com, tertera nama Fiersa Besari bersama sembilan pendaki lainnya dalam rombongan pendaki puncak Carstensz.
Sembilan pendaki tersebut yakni Indira Alaika, Alvin Reggy Perdana, Saroni, Lody Hidayanto, Lilie Wijayanti, Elsa Laksono, Furki Rahmi Syahroni, dan Indira Alaika. Diketahui Lilie dan Elsa meninggal karena hipotermia.
(Banjarmasinpost.co.id/Grid.id)