
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi akibat bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera mengalami penurunan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut hingga Minggu (4/1), total pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian sebanyak 242.174 jiwa.
“Ada pengurangan jumlah pengungsi juga sebanyak 15.606 jiwa dari Provinsi Aceh, sehingga total saat ini 242.174 jiwa yang masih mengungsi,” ujar Abdul di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (4/1).
Abdul menjelaskan, angka tersebut menurun cukup signifikan. Laporan terakhir mencatat jumlah pengungsi masih mencapai 380.399 jiwa.
Saat itu, pengungsi di Aceh tercatat sebanyak 356.684 orang, disusul Sumatera Utara 13.770 orang, dan Sumatera Barat 9.945 orang. Seiring berjalannya waktu dan membaiknya kondisi di sejumlah wilayah, sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, BNPB bersama tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban meninggal dunia maupun korban yang dinyatakan hilang akibat bencana tersebut.
“Kemarin rekapitulasi kita di-cut off pukul 16.00 adalah 1.167 jiwa, dan hari ini bertambah 10 menjadi 1.177 jiwa meninggal dunia,” terang Abdul.
Selain itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang juga mengalami penurunan. Pemutakhiran data dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga laporan dari pihak keluarga.
“Hari ini ada pengurangan 17 nama untuk daftar orang hilang yang dikoreksi oleh desa, kecamatan, maupun anggota keluarga. Sehingga, jumlah total rekapitulasi nama korban yang masih dalam daftar pencarian tim SAR gabungan itu 148 jiwa,” pungkasnya.