Ringkasan Berita:
- Polisi belum memastikan penyebab kematian 3 orang sekeluarga di Warakas dan masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan toksikologi dari RS Polri Kramat Jati.
- 3 jenazah ditemukan dengan kondisi tidak wajar, yakni mulut berbusa dan ruam kemerahan di hampir seluruh tubuh, sementara 1 korban lain yang selamat tidak mengalami gejala serupa.
- Hingga kini sekira 10 saksi telah diperiksa, dan polisi belum menyimpulkan apakah kematian tersebut disebabkan oleh keracunan atau faktor lain.
Kita Tekno Kasus meninggalnya tiga orang dalam satu keluarga yang ditemukan tak bernyawa di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga kini masih menyisakan tanda tanya.
Penyebab kematian ketiga korban belum dapat dipastikan oleh pihak kepolisian.
Ketiga jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tidak wajar di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Warakas VIII Gang 10.
Aparat kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap peristiwa yang terjadi sebelum korban meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar, menyampaikan pihaknya masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan toksikologi sebagai dasar penentuan penyebab kematian.
“Untuk dugaan penyebab kematian, saat ini belum bisa kami sampaikan karena proses analisa dan pemeriksaan masih berlangsung,” ujar Onkoseno saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
Ia menegaskan, penanganan perkara dilakukan secara hati-hati agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan bukti ilmiah dan hasil pemeriksaan forensik yang sah.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara masih menanti hasil toksikologi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Pemeriksaan tersebut dinilai krusial untuk memastikan penyebab meninggalnya ketiga korban.
“Sejauh ini belum bisa dipastikan penyebabnya. Kami masih menunggu hasil toksikologi,” kata Onkoseno saat dikonfirmasi, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, belum ada kepastian kapan hasil pemeriksaan tersebut dapat diterima pihak kepolisian.
“Iya, masih menunggu. Belum tahu kapan hasilnya bisa kami terima dan sampaikan ke publik,” lanjutnya.
Sembari menunggu hasil medis, polisi tetap mendalami perkara ini dengan meminta keterangan sejumlah saksi.
Sekitar 10 orang telah diperiksa, sebagian besar merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
“Kurang lebih ada 10 saksi, mayoritas merupakan tetangga korban,” jelas Onkoseno.
Ditemukan Tanda Tak Wajar pada Jenazah
Dalam penanganan awal di tempat kejadian perkara, polisi menemukan sejumlah indikasi yang dianggap tidak lazim pada kondisi jenazah.
Onkoseno mengungkapkan bahwa ketiga korban ditemukan dengan mulut mengeluarkan busa serta terdapat ruam kemerahan yang menyebar di hampir seluruh tubuh.

“Berdasarkan penanganan awal di TKP, tiga korban meninggal dalam kondisi mulut berbusa dan terdapat ruam merah,” ungkapnya.
Temuan tersebut menjadi perhatian utama penyidik karena dinilai memerlukan pendalaman lanjutan melalui pemeriksaan forensik.
Korban Selamat Tidak Alami Gejala Serupa
Menariknya, kondisi tersebut tidak ditemukan pada satu korban lain yang selamat dan kini masih dirawat secara intensif di RSUD Koja.
Perbedaan kondisi antara korban meninggal dan korban selamat membuat penyidik semakin berhati-hati dalam menyimpulkan penyebab kejadian.
“Itu juga masih dalam pemeriksaan. Secara kasat mata, ruam merah hanya terlihat pada jenazah.
Namun penyebabnya apa dan sejauh mana, masih dianalisis oleh dokter forensik,” jelas Onkoseno.
Belum Dapat Dipastikan Keracunan
Sampai saat ini, pihak kepolisian belum menyimpulkan apakah kematian ketiga korban disebabkan oleh keracunan atau faktor lainnya.
Proses olah TKP serta pengumpulan barang bukti masih terus dilakukan guna melengkapi penyelidikan.
Sementara itu, ketiga jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk menjalani pemeriksaan luar serta autopsi.
“Untuk ketiga korban saat ini sedang dilakukan pemeriksaan luar dan autopsi di Rumah Sakit Polri,” pungkas Onkoseno. (TribunNewsmaker/WartaKota/TribunJakarta)