Detik-detik kepergian istri Mansyur S, rutinitas cium kening jadi kenangan terakhir

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – Kesedihan mendalam dirasakan pedangdut senior Mansyur S setelah kepergian istri tercinta, almarhumah Rosidah. Momen-momen terakhir kebersamaan mereka kini menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Mansyur S mengungkapkan bahwa sang istri telah mendampinginya selama lebih dari lima dekade. Kebersamaan selama 56 tahun itu disebut sebagai perjalanan hidup yang penuh makna.

Menurut Mansyur, kondisi kesehatan sang istri sempat menurun sebelum meninggal dunia. Almarhumah diketahui menjalani perawatan intensif akibat komplikasi gula darah.

Ia menjelaskan bahwa kadar gula darah sang istri sempat turun drastis hingga angka yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat almarhumah harus dirawat selama sekitar dua minggu terakhir.

Di tengah masa perawatan, Mansyur S tetap setia menemani sang istri. Ia menyebut rutinitas kecil justru menjadi momen paling berharga dalam detik-detik terakhir.

Setiap hari, Mansyur S menjalani olahraga ringan sebelum menjenguk istrinya. Setelah itu, ia selalu mencium kening sang istri sebagai bentuk kasih sayang.

Rutinitas sederhana itu terus dilakukan hingga hari terakhir. Mansyur S tidak menyangka ciuman tersebut menjadi kenangan perpisahan mereka.

“Setiap habis olahraga saya selalu mencium keningnya, dan itu yang terakhir,” ujar Mansyur S yang dikutip oleh Grid.ID melalui akun Youtube Reyben Entertainment, Senin (05/12/2026).

Mansyur menceritakan bahwa pada saat-saat akhir, kondisi sang istri tiba-tiba melemah. Ia langsung menghampiri dan berusaha memberikan pertolongan.

Ia sempat memberikan air dan memegang kepala sang istri. Namun tak lama kemudian, sang istri mengembuskan napas terakhirnya.

Mansyur S mengaku sangat terpukul dengan kepergian tersebut. Ia menyebut kehilangan istri bukan hanya kehilangan pasangan, tetapi juga sahabat hidup.

Kesedihan Mansyur S Kehilangan Istri Tercinta, Kenang 56 Tahun Kebersamaan

 

Kenangan bersama almarhumah terus teringat jelas di benaknya. Salah satunya saat awal pernikahan, ketika Mansyur harus meninggalkan istrinya untuk bekerja sebagai penyanyi.

Ia juga mengenang sosok istri yang salehah dan penuh perhatian terhadap keluarga. Almarhumah disebut sangat berperan dalam mendidik anak-anak mereka.

Tak hanya itu, Mansyur S mengaku akan selalu merindukan masakan sang istri. Baginya, masakan almarhumah adalah bentuk kasih sayang yang tak tergantikan.

Mansyur S berharap sang istri mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga memohon maaf atas segala kekurangan selama menjalani kehidupan bersama.

Kepergian Rosdiana meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Namun kenangan cinta dan kesetiaan selama puluhan tahun akan terus hidup dalam ingatan Mansyur S. (*)

Leave a Comment