Pemulihan SPBU di Sumatra hampir 100 persen pasca bencana

Photo of author

By AdminTekno

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa layanan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai tingkat pemulihan hampir 100 persen.

Kepala Pos Komando Nasional untuk Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, Erika Retnowati, menjelaskan bahwa pemulihan pasca bencana menjadi prioritas utama selama periode pemantauan pos komando untuk liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. “Kami terus berupaya mendistribusikan bahan bakar secara optimal kepada masyarakat melalui koordinasi intensif dengan semua pemangku kepentingan,” katanya di Jakarta, Senin.

Erika menjelaskan, upaya pemulihan difokuskan untuk mengembalikan distribusi energi normal di daerah yang sebelumnya terdampak banjir dan infrastruktur rusak. Di Sumatra Utara, seluruh 406 SPBU yang terdampak telah pulih sepenuhnya. Di Sumatra Barat, 147 SPBU terdampak juga telah kembali beroperasi.

“Di Aceh, 151 dari 156 SPBU, atau sekitar 97 persen, sudah kembali beroperasi,” tambahnya.

Retnowati mencatat bahwa pemulihan SPBU dilakukan secara bertahap, dengan fokus ketat pada keselamatan dan kondisi infrastruktur pendukung di setiap area. Selain memulihkan infrastruktur energi, pos komando juga melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan distribusi bahan bakar tetap aman dan stabil.

Inspeksi mencakup 55 kabupaten dan kota di 22 provinsi selama periode pemantauan. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa hasil pemantauan menunjukkan distribusi bahan bakar kepada masyarakat tetap aman.

Banjir dan longsor yang dahsyat melanda tiga provinsi tersebut pada akhir November 2025 akibat hujan dengan intensitas tinggi. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin (5 Januari), bencana ini menelan korban jiwa sebanyak 1.177 orang dan menyebabkan 242.200 orang mengungsi.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

Leave a Comment