
Presiden Venezuela yang digulingkan, Nicolas Maduro menjalani sidang pengadilan federal di New York, Amerika Serikat (AS) pada Senin (5/1).
Ia mengenakan kemeja gelap yang dipadukan dengan pakaian tahanan berwarna oranye. Istri Maduro, Cilia Flores, duduk di sampingnya didampingi satu pengacara. Dalam sidang berdurasi sekitar 30 menit itu, Maduro tegas mengatakan dia tidak bersalah dan menuduh pasukan AS menculiknya sebagai “tahanan perang” dari Venezuela.
“Saya diculik sejak Sabtu, 3 Januari. Saya ditangkap di rumah saya di Caracas, Venezuela,” kata pria berusia 63 tahun itu, sebagaimana dikutip AFP.
Namun, saat Maduro mengatakan hal itu, Hakim Alvin Hellerstein langsung memotong ucapannya.
“Ada waktu dan tempat tersendiri untuk membahas itu semua,” balas Hakim Hellerstein singkat.
Hakim menilai pernyataan Maduro terlalu jauh, padahal ia hanya meminta konfirmasi identitas. Dilaporkan The New York Times, Maduro sempat ditanya apakah ia benar-benar Nicolas Maduro Moros. Maduro pun menjawab dengan menambahkan penjelasan bahwa dirinya mengecam operasi militer yang menangkapnya bersama sang istri di Venezuela.
“Saya orang baik. Saya masih presiden negara saya,” ujar Maduro saat menyatakan tidak bersalah atas dakwaan kepemilikan narkoba dan senjata.
Ketegangan kembali memuncak di akhir sidang, saat seorang pria dari bangku pengunjung berteriak bahwa Maduro akan membayar kejahatan-kejahatannya. Mendengar itu, Maduro menoleh dan menjawab singkat, “Saya adalah tahanan perang,” sebelum akhirnya digiring keluar sidang.