Ambisi kuasai Venezuela, Trump kumpulkan bos minyak AS akhir pekan ini

Photo of author

By AdminTekno

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana mengumpulkan eksekutif dari perusahaan minyak AS. Pertemuan yang direncanakan pada akhir pekan ini tersebut bertujuan membahas upaya peningkatan produksi minyak Venezuela.

Adapun, rencana mengambil alih minyak tersebut diumumkan Trump beberapa jam setelah Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap dan digulingkan oleh pasukan AS, Sabtu (3/1/2025) waktu setempat. Trump bahkan berjanji menggelontorkan anggaran miliaran dolar untuk memulihkan produksi minyak mentah Venezuela.

Dilansir dari Reuters, Selasa (6/1/2026), pertemuan antara Gedung Putih dengan perusahaan minyak AS diharapkan mampu mewujudkan harapan pemerintah untuk meningkatkan produksi dan ekspor minyak mentah dari Venezuela.

Apalagi, Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, yakni 303 miliar barel. Namun, produksi minyak mentahnya relatif kecil, yakni sektar 1 juta barel per hari (bph). Hal itu terjadi lantaran salah urus, kurangnya investasi, dan sanksi yang dikenakan AS.

Kendati demikian, tidak jelas eksekutif mana yang akan menghadiri pertemuan mendatang dan apakah perusahaan minyak akan hadir secara individual atau kolektif.

Gedung Putih pun tidak berkomentar tentang pertemuan tersebut, tetapi mengatakan bahwa mereka percaya industri minyak AS siap untuk masuk ke Venezuela.

“Semua perusahaan minyak kami siap dan bersedia untuk melakukan investasi besar di Venezuela yang akan membangun kembali infrastruktur minyak mereka, yang dihancurkan oleh rezim Maduro yang tidak sah,” kata Juru Bicara Gedung Putih Taylor Rogers.

Sementara itu, ExxonMobil, ConocoPhillips, dan Chevron, mengaku belum melakukan pembicaraan apa pun dengan pemerintahan tentang penggulingan Maduro.

“Tidak seorang pun dari ketiga perusahaan tersebut telah melakukan pembicaraan dengan Gedung Putih tentang beroperasi di Venezuela, baik sebelum maupun sesudah pemecatan,” kata salah satu sumber.

Trump sebelumnya memang tengah mengincar potensi minyak mentah di Venezuela. Terlebih, negara di Amerika Selatan itu memiliki cadangan minyak jumbo.

Dia menyebut, bakal mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS untuk berinvestasi di Venezuela.

“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak AS yang sangat besar, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” kata Trump.

Di sisi lain, Trump menyebut bahwa embargo AS terhadap seluruh minyak Venezuela tetap berlaku sepenuhnya. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan militer AS akan tetap berada di posisinya sampai tuntutan AS dipenuhi sepenuhnya.

“Armada Amerika tetap siaga di posisinya, dan AS mempertahankan semua opsi militer hingga tuntutan Amerika Serikat sepenuhnya dipenuhi dan dipuaskan,” katanya.

Adapun, satu-satunya perusahaan AS yang saat ini beroperasi di ladang minyak Venezuela adalah Chevron. Perusahaan itu memproduksi minyak mentah yang digunakan oleh kilang-kilang di Pantai Teluk AS dan kilang-kilang lainnya.

: Peluang RI Ambil Untung dari Kisruh AS-Venezuela

Leave a Comment