Pada penutupan perdagangan saham hari ini, Selasa (6/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengukir sejarah dengan mencetak rekor tertinggi baru. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini melesat 74,417 poin atau setara 0,84 persen, menembus level 8.933,609.
Tren positif ini turut merambat ke indeks LQ45 yang ditutup menguat signifikan sebesar 5,284 poin (0,61 persen) mencapai posisi 865,059. Gambaran performa pasar secara keseluruhan menunjukkan dominasi sentimen beli, dengan 428 saham mengalami kenaikan, sementara 256 saham melemah, dan 127 saham lainnya tidak bergerak.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini juga sangat dinamis. Tercatat frekuensi transaksi mencapai 4.344.153 kali, melibatkan total volume perdagangan sebanyak 67,344 miliar saham dengan nilai transaksi fantastis mencapai Rp 33,72 triliun.
Sejumlah saham tampil sebagai top gainers yang menjadi pendorong utama penguatan indeks sore ini. Di antara para bintang, terdapat Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) yang melonjak 43 poin (34,68 persen) ke level 167. Selanjutnya, Equity Development Investment Tbk (GSMF) ikut meroket 39 poin (34,51 persen) ke 152, disusul Bank Artha Graha Internasional Tbk (INPC) dengan kenaikan 63 poin (34,43 persen) menjadi 246. Tak ketinggalan, Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menguat 38 poin (25,33 persen) ke 188, dan PAM Minerals Tbk (NICL) juga menunjukkan kinerja gemilang dengan kenaikan 365 poin (24,75 persen) mencapai 188.
Namun, di tengah euforia pasar saham, nilai tukar rupiah justru bergerak kontras. Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda sore ini tercatat melemah 18,00 poin atau 0,11 persen, mengakhiri hari di posisi Rp 16.758 terhadap dolar AS.
Sementara itu, sentimen positif juga terpancar dari bursa saham Asia secara regional. Indeks-indeks utama di kawasan tersebut menunjukkan performa yang solid:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 685,300 poin (1,32 persen), mencapai 52.518,101.
- Indeks Hang Seng di Hong Kong menguat 363,208 poin (1,38 persen) ke level 26.710,449.
- Indeks SSE Composite di China turut naik 60,859 poin (1,50 persen), menembus angka 4.083,669.
- Dan Indeks Straits Times di Singapura membukukan kenaikan 49,399 poin (1,08 persen) ke 4.731,890.